Lembaga Ampuh Minta Bupati Nelson Pomalingo Fasilitasi BNN Periksa Darah Dan Rambut Oknum Pejabat Positif Di BNN Pusat

Lembaga Ampuh Minta Bupati Nelson Pomalingo Fasilitasi BNN Periksa Darah Dan Rambut Oknum Pejabat Positif Di BNN Pusat

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

 

 

GoSulut.Id – Limboto - Hasil test urin yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Gorontalo dilingkungan ASN beberapa waktu yang lalu dan menghasilkan indikasi keterlibatan penggunaan Narkoba bagi Para pejabat di Kabupaten Gorontalo harus segera disikapi dengan serius oleh pemerintah.

Pasalnya ini sangat mengganggu proses kinerja yang maksimal bagi pemerintahan Bupati Prof Nelson Pomalingo, sehingga kami mendesak pada BNN dan Bupati Kabupaten Gorontalo untuk  segera menclear-kan permasalahan ini.

”Narkoba merupakan kategori kasus Ektra Ordinari Crime yang sangat mengundang perhatian khusus bagi Pemerintah Indonesia dan Dunia Iternasional” Jelas Fanly Katili Mantan Aktivis Gerakan Provinsi yang terkenal kritis, sekarang sebagai Ketua Lembaga Analisis dan Monitoring Produk Hukum (AMPUH) Provinsi Gorontalo, selasa (26/2)

Semestinya jangan pernah ada ruang yang bisa ditolerir bagi para pengguna apalagi Bandar-nya, tapi bagi mereka pengguna tergolong ringan, harus ada upaya rehabilitasi.

”Tetapi khusus kasus yang sedang Viral di Kabupaten Gorontalo terkait isu adanya pejabat yang positif  diduga menggunakan narkoba, kami meminta untuk sekiranya segera mendapatkan kepastian, apakah ke 5 orang terindikasi tersebut, benar benar sebagai Positif Pengguna Narkoba atau-kah tidak, jangan sampai malah justru ada indikasi baru yang mengarah pada kategori pengedar ” Tegas Fanly Katili.

Olehnya, demi kebaikan bersama dan menjaga Wibawa Pemerintahan Bupati Prof Nelson Pomalingo, maka kami menginginkan agar supaya segera mengambil tindakan tegas dalam memastikan Indikasi Keterlibatan Ke 5  Oknum Pejabat itu.

Adapaun usulan Kepala BNN Kabupaten Gorontalo Mohammad Alamri terkait Standar Operasional Pelayanan (SOP) yang berlaku, kami cukup mengapresiasi dan menghargai. Namun jangan sampai pada proses selanjut-nya para pejabat yang terduga menggunakan Narkoba akan menghilangkan barang bukti.

”Indikasi penggunaaan Narkoba dengan berbagai cara yang sudah menjadi rahasia umum, sehingga akan menghilangkan jejak terkait kondisi yang sebenarnya bagi para pengguna, saat di lakukan pemeriksaan kembali, ternyata menjadi Negatif ” Ucap Fanly Katili.

Pada prinsipnya kami sepakat, jika ada keterlibatan Tim Asesmen secara terpadu yang di libat-kan oleh BNN dalam memastikan status pengguna narkoba yang menjerat para oknum pejabat, supaya jenis obat dapat di ketahui.

Namun disisi Lain, kami-pun mendesak pada Bupati Prof Nelson Pomalingo, agar kiranya sesegera mungkin mempasilitasi BNN Kabupaten Gorontalo, agar membawa Ke 5 oknum pejabat  ke Jakarta, untuk di periksa darah dan rambut-nya, supaya bupati semakin mendapat informasi dan kejelasan tentang kebenaran Lima Oknum Pejabat ini.

”Apakah pada hasil Test Urine kemarin hanya menggunakan obat medis sesuai dengan kebutuhan kesehatannya atau-kah malah justru benar benar sebagai pengguna aktif barang Haram Narkoba, hal Ini sangat perlu dilakukan, agar ke depan tidak menjadi momok dan pembelajaran bagi ASN yang lain-nya, tidak melibatkan diri pada barang haram” Ungkap Fanly Katili.

Nanti-nya, pemerintahan Bupati Nelson Pomalingo, benar bersih dari barang haram dan punya komitmen yang tinggi dalam Pemberantasan Narkoba di wilayah Hukum Kabupaten Gorontalo.

”Kami Khawatir,  jika ini tidak dilakukan akan semakin banyak lagi para pejabat dan ASN  terkontaminasi dalam jaringan penyalahgunaan narkoba” Ucap Fanly Katili.

Kesemua-nya demi menjaga fitrah dan wibawa serta keselamatan Pemerintahan Bupati Nelson Pomalingo yang sedang bekerja keras untuk membawa daerah ini pada Puncak Gemilang-nya.

”Keseriusan ini akan kami wujudkan dalam bentuk mengalang aksi, guna mendesak  5 oknum pejabat, segera dicopot dari jabatannya, sebab dianggap menodai nama baik bagi para pejabat dan ASN lain-nya yang ada dipemerintahan Kabupaten GEMILANG ” Tegas  Ketua Lembaga Analisis dan Monitoring Produk Hukum (AMPUH) Provinsi Gorontalo Fanly Katili.

Secara terpisah Bupati Nelson Pomalingo melalui Kabag Humas Pemda Kabupaten Gorotalo mengatakan, pemerintah tidak mentolelir perbuatan demikian, sebab yang namanya Penyalahgunaan Narkoba adalah pelanggaran yang luar biasa "extra ordinary crime", hal itu menjadi musuh kita bersama, namun mari kita hargai segala proses yang sedang berjalan di BNN Kabupaten Gorontalo.

”Jika memang ada keinginan dari Lembaga Analisis dan Monitoring Produk Hukum (AMPUH) Provinsi Gorontalo yang meminta bupati memfasilitasi BNN untuk membawa 5 Pejabat melakukan test darah dan rambut ke BNN Pusat, hal demikian sah-sah saja, tetapi akan menimbulkan image negatif bahwa kita sepertinya tidak percaya lagi dengan proses yang sedang berjalan. Yang jelas,  Bupati Nelson Pomalingo tidak akan segan - segan menindak  pejabat yang sudah terbukti positif "mengkonsumsi" barang haram itu, karena namanya pejabat pengguna narkoba tidak mendapat tempat di jajaran pemerintahan Kabupaten Gorontalo” Tegas Bupati melalui Kabag Humas Iswan Isa melalui WhatsApp www.gosulut.id, selasa (26/2)

Waktu di mintai tangapannya Kepala BNN Kabupaten Gorontalo Mohammad Alamri menjelaskan, keinginan itu sudah terlalu jauh sekali, semua ini masih dalam proses, tapi dari lima oknum pejabat yang positif dalam Test Urine BNN, sekarang sisa 1 yang positif, bahkan meningkat 1 digit, sedangkan  4 pejabat sudah negatit saat test urine lagi.

”BNN berharap pada pejabat yang sudah negatif, jangan sampai menjadi positif saat Test Urine di waktu yang tidak ketahui, kemudian banyak berkonsultasi pada pihak BNN untuk pembinaan medis yang di sebut konseling, supaya kondisi kesehatan bisa normal lagi ” Kata Mohammad Alamri melalui via telpon seluler, selasa (26/2)      

Namun bagi kedua oknum pejabat positif, yang salah satu-nya Eselon IV telah di rekeomendasikan untuk di lakukan rehabilitasi, tapi semua terserah pada pihak pemerintah daerah di bawah Kepemimpinan Prof Nelson Pomalingo.***