Lebih Baik Pengelolaan Pasar Tradisional Di Serahkan Di Bumdes

Lebih Baik Pengelolaan Pasar Tradisional Di Serahkan Di Bumdes

Laporan Wartawan www.gosulut.id, Maman Ntoma

 

 

GoSulut.Id – Limboto - Guna mengoptimal-kan sistim pengelolaan pasar tradisonal yang ada di setiap kecamatan, maka seharus-nya pemerintah daerah mulai memberdayakan Badan Usaha Milik Desa.

Apalagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) diproyeksikan muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. Karena UU No 6 tahun 2014 tentang Desa, telah memberikan payung hukum atas BUMDES sebagai pelaku ekonomi yang mengelola potensi desa secara kolektif, guna meningkatkan kesejahteraan warga desa, ungkap Wahid Badu Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo, selasa (29/1)

Muncul-nya BUMDES melalui Peraturan Pemerintah (PP) No 72/2005 dan dirincikan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 39/2010, sebuah kekuatan ekonomi baru yang tumbuh dari desa.

”BUMDES merupakan wadah usaha desa yang memiliki semangat kemandirian, kebersamaan, dan kegotong-royongan antara pemerintah desa dan masyarakat, guna mengembangkan segala aset-aset local, dalam memberikan pelayanan serta meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan desa”Jelas Wahid Badu.

Dengan pemberian kesempatan bagi BUMDES dalam mengelolah pasar tradisional, setidak-nya sudah memberi Inovasi baru bagi daerah ini, kemudian sistim pengelolaannya bisa menjadi baik dan menambah pendapatan bagi desa setempat, di samping itu  memberikan kepercayaan bagi masyrakat setempat untuk menjaga dan mengembangkan pasar tradisional menuju pasar moderen melalui BUMDES.

”Seperti Pasar Sidomulyo, merupakan sebuah pasar tradisonal yang terbesar di wilayah Boliohuto Cs, tapi penanganan-nya kurang optimal, sebab sudah beberapa kali pemerintah daerah telah melakukan intervensi menggenai sistim pengelolaannya, namun tidak pernah di indah-kan” Ujar Wahid Badu.

Jika di lihat lokasi Pasar Tradisonal Sidomulyo sangat luas, tapi heran-nya, setiap hari pasar para pedagang berserakan di jalan, sehingga arus lalulintas kenderaan sudah sulit melintas pasar itu.

”Bahkan setiap selesai pasar, kotoran sampah bersera-kan di mana mana, apalagi musim hujan datang, drainasi yang baru di buat tak berfungsi, sebab sudah menjadi tempat sampah”Tegas Wahid Badu.

Mencermati permasalahan yang ada di Pasar Tradisonal Sidomulyo, seharus-nya pemerintah segera menyahuti apa yang menjadi aspirasi warga setempat, melalui pemerintah desa setempat, agar pengelolaan pasar di berikan pada BUMDES, supaya apa yang menjadi permasalahan selesai, kata Wahid Badu.***