Komisi II Monitoring Gapoktan di Dua Desa, Upaya Peningkatan Hasil Pertanian

Komisi II Monitoring Gapoktan di Dua Desa, Upaya Peningkatan Hasil Pertanian

GOSULUT.ID - Komisi II DPRD DPRD Provinsi Gorontalo terus melakukan evaluasi dan monitoring program bidang pertanian khususnya kegiatan GAPOKTAN dalam upaya meningkatkan hasil pertanian di Provinsi Gorontalo

Selama dua hari, sejak 26- 27 September Komisi yang diketuai Espin Tulie bersama aleg lainnya seperti, Wasito Sumawiyono, Usman Tahir Rajak dan Indri Dunda  melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Gorontalo tepatnya di Desa Bandung Rejo dan Desa Payu Kecamatan Mootilango.

Espin Tulie menuturkan, kegiatan ini untuk meninjau langsung kegiatan GAPOKTAN di dua desa tersebut, seperti terkait hasil-hasil pertanian, peningkatan perbaikan jalan di masing-masing kelompok.

Ia menerangkan, Desa bandung Rejo memiliki 276 Ha lahan basah dan 65 Ha lahan kering dengan 9 kelompok tani mulai petani jagung, hortikultura, serta padi dan sawah.

Demikian pula Desa payu yang berdasarkan keterangan Ketua Gapoktan memiliki luas 282 Ha lahan basah dan 672 lahan kering. Di dua desa ini juga ada kegiatan peningkatan perbaikan jalan.

Dikatakannya dari hasil pertemuan dengan Gapoktan, penyuluh pertanian serta pemerintah desa setempat, diungkapkan pada umumnya soal ketersediaan pupuk, benih, alsintan, kebutuhan akan sarana penjemuran, dan perhatian pemasaran hasil pertanian.

"Juga terutama peningkatan perbaikan jalan sepanjang 3500 Meter pada Gapoktan Bandung Rejo dan 4500 Meter di desa Payu," Ujar Espin.

Srikandi PDI- P ini menghimbau kepada pemerintah desa dan kecamatan harus proaktif untuk menjemput bola terhadap program-program pembangunan yang digulirkan.

"Dan kami selaku legislatif akan mendukung serta melakukan kontrol dan pengawasan terhadap anggaran yang disusun agar diprioritaskan pada bidang pertanian sebagai program unggulan pemerintah," Ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, tahun 2021 Kementrian Pertanian telah mengalokasikan anggaran benih jagung untuk provinsi Gorontalo sebesar 15 ribu ton yang disebar ke seluruh gapoktan dengan harapan meraih target agar semua lahan tertanami jagung.

Anggota Banggar ini meminta kepada para petani harus terdaftar di CPLL dan RDKK guna terpenuhinya kebutuhan pupuk. Hal senada juga disampaikan Sekertaris Komisi II, Wasito Sumawiyono.

"Pemerintah desa harus mengidentifikasi kemasyarakatan untuk dibuat RDKK yang rill sesuai RT, NIK, KTP dan BDT. Ini sangat penting untuk penyaluran benih dan pupuk," ujar Aleg Golkar.

Komisi II berharap kepada petani untuk lebih meningkatkan tingkat pengetahuan bercocok tani yang andal, memperhatikan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

Editor: Harso Utiarahman