DPRD Kabupaten Gorontalo Dan BNN Lakukan Rapat Tertutup Terkait Test Urine

DPRD Kabupaten Gorontalo Dan BNN Lakukan Rapat Tertutup Terkait Test Urine

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

 

 

 

GoSulut.Id -Limboto -  Rapat koordinasi bersama yang dipimpin oleh Ketua komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo serta melibatkan BNN Kabupaten Gorontalo menyangkut persoalan Test Urine 5 oknum ASN yang positif terindikasi menggunakan bahan adiktif (zat narkoba) bukan merupakan bahagian dari tahapan asesmen di lakukan secara tertutup, guna mencari kejelasan tentang tahapan dari proses  penanganannya sudah sejauh mana dalam rapat bersama itu.

Usai rapat, selasa (26/2), Ketua Komisi I, Jayusdi Rifai menjelaskan persoalan kelima oknum ASN itu telah ditindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan Test Urine yang kedua kalinya, hasilnya menunjukkan 4 oknum yang tadinya diduga diduga gunakan  narkoba, tetapi sekarang tidak ditemukan lagi terindikasi zat zat narkotika saat Test Urine kedua kali, kelima oknum tersebut adalah pejabat eselon II dan seorang lagi masih dalam proses, oleh karena masih terdapat zat sejenis narkoba ditubuhnya ketika dilakukan test kembali.

”Ada satu juga oknum pejabat eselon IV dan juga masih mengalami hal serupa, sedang dalam proses, namun komisi I tetap menghargai tugas BNN, yang paling berkompeten dan dipihaknya sedang menerapkan Standar Operasional Pelayanan (SOP) dalam menangani masalah ini '' Jelas Jayusdi Rifai, selasa (26/2).

Sementara itu, diitempat terpisah Kepala BNN Kabupaten Gorontalo,  Mohammad Alamri mengatakan peraturan BNN harus dilaksanakan melalui SOP, demi untuk menentukan para pengguna yang sengaja menyalahgunakan narkoba maupun yang tidak.

''Enam tahapan asesmen itu harus dilakukan oleh asesor,  guna menuntaskan permasalahan narkoba, jika terjadi peningkatan lagi saat pemeriksaan test urine, maka berlanjut  ke tingkat rekomendasi oleh pihak BNN untuk dilakukan rehabilitasi medis maupun rehabilitasi social” Kata Mohammad Alamri.

Pertemuan antara BNN dan Komisi I bukan akhir dari segala galanya, tapi dalam hubungan kemitraan, namun pihak DPRD Kabupaten Gorontalo melalui Komisi I memberikan support pada kami untuk menyelesaikan persoalan ini sampai tuntas, nanti bila sudah fainal semuannya kami akan sampaikan di public, sekarang masih ada beberapa tahapan terus di lakukan sesuai SOP yang ada di BNN.

”Memang dari 5 Pejabat yang positif setelah di Test Urine, namun mereka melakukan Test Urine lagi, hanya  4 terjadi perubahan yaitu Negatif, tapi jangan sampai akan positif bila dilakukan pecekan kembali oleh BNN, sehingga perlu di lakukan tingkat kordinasi secara terus menerus, guna mencapai pada titik maksimal yang benar benar bersih” Jelas Mohammad Alamri, selasa (26/2) di ruang kerjan-nya.

Sisa satu pejabat yang  malah naik satu digit, namun hal ini masih terus kami dalami, sebab membutuh-kan penanganan lebih serius lagi, maka seorang pejabat ini, harus lebih intens lagi dalam berkordinasi dengan pihak BNN , supaya bisa mencapai proses selanjutnya, karena hal ini demi kebaikan kita semua.

”Total pejabat eselon II dan III Kabupaten Gorontalo 190 orang, yang sudah melakukan Test Urine berjumlah 137 orang, sisa-nya 63 yang belum melakukan, sehingga hal ini akan secepatnya dilakukan oleh pihak BNN, agar kita bisa mendekti semuanya secara baik, supaya kedepan ASN Kabupaten Gorontalo bebas dari Narkoba” Tegas Mohammad Alamri. ***