Kisruh Proyek Stasiun Pompa Banjir, Komisi 3 Satukan Persepsi Semua Pihak

Kisruh Proyek Stasiun Pompa Banjir, Komisi 3 Satukan Persepsi Semua Pihak

GOSULUT.ID - Komisi 3 DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat kerja bersama Biro Pengadaan Setda Provinsi Gorontalo terkait masalah pekerjaan proyek Stasiun Pompa Banjir Tanggidaa.

Ketua Komisi 3 Thomas Mopili menyampaikan, masing PPK (Pejabat Pembuat Kebijakan) saling melempar tanggung jawab terkait pekerjaan yang anggarannya berasal dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut.

"Kekisruhan ini yang mendorong kami menggelar rapat kerja bersama hari ini guna menyatukan persepsi bahwa ini merupakan tanggung jawab bersama," Ungkapnya.

Dikatakan dari rapat ini mulai ditemukan benang merahnya yakni karena terlalu kakunya menafsirkan aturan, hal ini yang coba diluruskan oleh Komisinya.

Ia berharap pekerjaaan yang bersamaan waktunya dengan pembangunan kanal tanggidaa sebagai solusi mengatasi banjir di kota Gorontalo bisa berjalan baik.

"Pelaksana proyek telah diganti ditengah jalan karena hasil pekerjaan jelek. Harapan kami perlu ada harmonisasi yang baik lagi antara pemilik pekerjaan, Dinas terkait dan juga biro pengadaan,"  Tandasnya.

Sementara itu Kepala Biro Pengadaan Setda Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan tugas sesuai tupoksinya. 

"Dokumen yang diberikan oleh PPK kami evaluasi juga penawar-penawar yang masuk hingga ada pemenangnya," Ujarnya.

Kata dia, itu diserahkan kembali ke PPK karena aturan HPS (harga perkiraan sendiri) yang diberikan PPK tidak sesuai dan jauh dari HPS yang ditentukan.

"Ini coba kami bicarakan karena proyek ini adalah kebutuhan masyarakat. Dari Pokja sampaikan ini sudah merupakan ranah dari PPK dan kami menunggu. Inilah yang kami sampaikan ke Komisi 3," Tandas Sagita.