Kibarkan Sang Merah Putih Ditengah Guyuran Hujan, Begini Pengakuan Paskibra Kecamatan Rainis

Kibarkan Sang Merah Putih Ditengah Guyuran Hujan, Begini Pengakuan Paskibra Kecamatan Rainis

Paskibra Kecamatan Rainis dan, Pelatih. 

Peliput : Frendy Sapoh

GOSULUT TALAUD—Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun terasa sangat berbeda, dimana kali ini peringatan detik – detik Proklamasi dilakukan dengan protokol kesehatan, dan tidak melibatkan banyak orang. Tak terkecuali di wilayah kecamatan Rainis, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Senin (17/8/2020)

Tak hanya dengan protokol kesehatan, Upacara peringatan Hari Kemerdekaan yang diselenggarakan di lapangan sepakbola desa Perangen, Kecamatan Rainis ini dilaksankan di tengah – tengah guyuran hujan dan kondisi tanah yang becek.

Namun hal ini tidak menyurutkan semangat Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) Kecamatan Rainis yang hanya berjumlah 7 (tujuh) orang, untuk tetap mengibarkan sang Merah Putih.

“Perasaan saya sangat gugup, karena durasi latihan kami hanya 3 (tiga) hari dan itu menurut saya waktu latihan yang sangat minim, apalagi di tambah guyuran hujan, pokoknya perasaan saya campur aduk,” ungkap Sonia Tindige, Alumni SMA. Negeri 1 Rainis, yang merupakan pembawa bendera Merah Putih.

Sonia mengakui, sekalipun dirinya sudah beberapa kali menjadi Paskibra, namun kali ini terasa sangat berbeda. “Karena kali ini dilakukan dengan protokol kesehatan, dan waktu latihan yang singkat. Dan ini menjadi pengalaman yang teramat berharga untuk dilewatkan, sebagai anak bangsa, saya berterima kasih masih dipercayakan untuk menjadi pembawa Bendera Merah Putih sekalipun di tengah pandemi,” tukasnya lagi.

Hal yang sama juga diakui oleh Juan Steward Sapoh, siswa kelas XI SMA Rainis yang merupakan penerima bendera Merah Putih. “Memang terasa gugup, apalagi pada saat pengibaran bendera, hujan menjadi semakin deras dan angin kencang, sedangkan kami hanya 3 (tiga) hari melakukan latihan. Pokoknya perasaan saya campur aduk, takut, gugup, dan mungkin teman – teman yang lain juga sama. Dan karena itu, saya sangat berterima kasih, telah dipilih menjadi salah satu dari Paskibra, yang mengibarkan kejayaan sang Merah Putih disaat negara dan bangsa tengah berjuang melawan pandemi Covid-19,” ungkap Steward.

Aipda Charles Surya, yang merupakan pelatih pasukan Paskibra ini, tak menyangkal kalau dirinya tak berharap banyak dari pasukan pengibar bendera kali ini, karena waktu latihan yang sempit dan kondisi cuaca yang tak bersahabat.

“selama 17 tahun menjadi pelatih Paskibra, baru kali terasa lain. Karena biasanya satu bulan sebelum hari H, latihan pengibaran bendera sudah dilaksanakan, namun kali ini berbeda karena baru 3 hari yang lalu bapak camat menghubungi saya untuk mempersiapkan pasukan pengibar bendera, awalnya saya ragu – ragu karena durasi waktu latihan yang sempit, namun akhirnya saya siap. Dan ternyata adik – adik paskibra ini dapat memberikan kemampuan mereka dengan maksimal dan mereka patut mendapat apresiasi lebih,” ungkap Aipda. Charles Surya.

Camat Rainis, Jamert Majampoh yang bertindak selaku Inspektur Upacara sangat mengapresiasi hasil kerja pasukan pengibar bendera ini. “selaku pimpinan wilayah kecamatan, saya memberikan apresiasi yang sebesar – besarnya kepada adik – adik saya, pasukan pengibar bendera. Apa yang telah mereka tunjukkan adalah salah satu bukti kecintaan terhadap Nusa dan Bangsa, saya sangat bangga dengan apa yang telah mereka tunjukkan, dan itu semoga menjadi pelajaran bagi generasi selanjutnya, tak perlu berfikir banyak, harus siap jika Nusa dan Bangsa memanggil. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih buat adik – adik paskibra yang ternyata hanya berjumlah 7 (tujuh) orang,” pungkas camat. (FS/YW)