Ketua Komisi II Adnan Entengo Meminta Pemda Harus Tegas Terhadap Perusahaan Sawit

Ketua Komisi II Adnan Entengo Meminta Pemda Harus Tegas Terhadap Perusahaan Sawit

Laporan Wartawan www.gosulut.id, Maman Ntoma

 

GoSulut.Id – Limboto - Terkait tentang polimik pembayaran BPHTB oleh dua perusahaan sawit yang hari ini menjadi pembicaraan di kalangan para aktivis di daerah ini.

Apalagi kedua perusahaan itu membayar kewajibannya ke kas daerah 2,1 Milyar tanpa melalui validasi dari Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah.   

Ketua Komisi II Adnan Entengo angkat bicara,seharus-nya pihak PTHexa dan PT Tri Palma, segera melunasi kewajibannya, sebab nama-nya pajak sesuatu yang harus di selesaikan, jangan di tawar tawar lagi.

”Dalam perintah undang undang sudah jelas, pajak itu sifat-nya memaksa dan merupakan sebuah keharusan bagi warga negara, guna menyelesaikan-nya” Ungkap Adnan Entengo.

Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan  yang harus dibayar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan daerah, maka bagi siapa saja, semua itu hukum-nya wajib untuk setiap warga negara.

”Maka dua perusahaan sawit segera melunasi kewajiban BPHTB kurang lebih 7,7 Milyar, jangan di tawar lagi menjadi 2,1 Milyar, sebab itu sudah ketentuan perpajakan”Jelas Adnan Entengo.

Disini perlu ada ketegasan dari pemerintah daerah, jangan sampai ini akan menjadi persoalan di kemudian hari, karena sesuatu yang wajib saja, sulit di penuhi kewajiba-nya oleh pihak perusahaan.

”Bila tak melunasi kewajiban mereka, lebih baik di tutup saja sementara, rakyat kecil saja di daerah di wajib-kan membayar segala retribusi, apalagi perusahaan” Tegas Adnan Entengo. ***