DPRD Kabupaten Gorontalo dan Bupati Nelson Pomalingo Saling Balas Pantun

DPRD Kabupaten Gorontalo dan Bupati Nelson Pomalingo Saling Balas Pantun

GoSulut.Id – Limboto - Kembali oknum anggota komisi III yang juga sebagai Ketua Fraksi Hanura Guntur Thalib, merasa kecewa terhadap pernyataan seorang Bupati Nelson Pomalingo yang mengatakan kalau anggota DPRD tidak tahu aturan.

”Sebetul-nya seorang pemimpin jangan hanya mendengar laporan dari bawahan, sebab persoalan pasar, merupakan temuan DPRD saat turun lapangan, bukan hanya di karang karang saja” Ungkap Guntur Thalib usai rapat dengar pendapat terkait pembangunan RSU Boliyohuto dan Taman Budaya.

Berdasarkan temuan komisi III dan telah di kaji semua persoalan itu, dengan pikiran yang sehat dan jernih, maka lahir-lah surat rekomendasi di tujukan pada Bupati Nelson Pomalingo yang di tanda tangani oleh Ketua DPRD Sahmid Hemu.

”Meminta bupati melalui dinas terkait, menertib-kan semua pembangunan liar, yang ada di pasar tradisonal kayubulan limboto, tak sesuai dalam kontrak lagi dan sudah meresahkan para pedagang” Tegas Guntur Thalib.

Jika surat dari lembaga terhormat, sudah di bilang seperti itu, yang seakan-akan kami hanya asal bicara dan tak mengkaji segala persoalan yang terjadi, maka hal ini sangat keliru.

”DPRD hanya bekerja sesuai tupoksi dan wajib bagi lembaga ini, namun jangan sampai, ada perkataan demikian, karena kami memiliki hak untuk mengawasi segala bentuk pembangunan di daerah” Kata Ketua Fraksi Hanura.

Sebagai Anggota  DPRD, meminta pada Sudara Bupati Nelson Pomalingo segera meluruskan pernyataan itu. ”Agar bisa saling menghargai dalam tugas masing masing dapat terwujud, jangan sampai hal ini, hanya membuat semua kita, akan terus silang pendapat ” Pinta Guntur Thalib juga sebagai anggota komisi III.

Waktu di mintai tangapan Kabag Humas Pemda Kabupaten Gorontalo Rachmad Mohamad, terkait pernyataan Ketua Fraksi Hanura Guntur Thalib, engan memberi komentar. (Mnt-kolonglangit)