Kembali Kunjungi Asparaga, Bupati Prof.Nelson Pomalingo Di Sambut Warga Masyarakat Sekitar Hutan Nantu 

Kembali Kunjungi Asparaga, Bupati Prof.Nelson Pomalingo Di Sambut Warga Masyarakat Sekitar Hutan Nantu 

Liputan Wartawan :Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

www.gosulut.id - Asparaga -  Bupati Gorontalo Prof. Nelson. Pomalingo melihat langsung Hutan Lindung Nantu Desa Bihe Kecamatan Asparaga, rabu (18/09).

Sang Profesor menjelasakan, dalam kunjungan itu, yakni dalam rangka melihat kondisi hutan, dan juga menyapa warga masyarakat yang berada di dusun tersebut.

"Ada beberapa Langkah-langkah yang akan kita lakukan, serta akan menindaklanjuti usulan dari LIPI, ingin membuat hutan esensial sebagai penyanga dari Hutan Nantu ini agar dapat terjaga," kata Prof. Nelson Pomalingo.

Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo, Sang Profesor Nelson Pomalingo mengatakan, yang paling utama bagaimana memberikan pemahaman pada masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian hutan dan alam sekitar.

"Tidak sekedar menjaga, tetapi juga bagaimana membina masyarakat bekerjasama dengan BPDAS, dimana sekarang ini telah ada pembibitan, sehingga hutan yang dimiliki masyarakat benar-benar ditanam dengan tanaman keras. Hutan ini nantinya, akan menjadi hutan lindung, hutan esensial. Bahkan masyarakat disekitarnya sama-sama menjaga lingkungan dengan menanam tananaman yang melestsrikan lingkungan, sekaligus penyangga orang lain masuk kedalam hutan," kata Nelson Pomalingo

Selain itu, bupati yang faham terhadap lingkungan ini juga mengungkapkan, selain akan memperhatikan infrastruktur menuju hutan lindung Nantu, namun lebih utama memperbaiki lingkungan sekitar hutan.

" Terkait infakstruktur dan sebagainya kita berharap ada perbaikan, tetapi paling utama lingkungannya diperbaiki karna jangan sampai telah dibangun infastruktur lingkungan jadi rusak. Biasanya dengan membuat akses, maka memberi ruang pada orang bisa masuk.Tapi apabila ini sudah terjaga dengan baik dan masyarakat sadar terhadap pelestarian lingkungan maka akses akan dibuka," tegas Sang Profesor Nelson Pomalingo.***