Kelonggaran Peserta Penundak Iuran JKN-KIS Ditengah Pandemi Covid-19

Kelonggaran Peserta Penundak Iuran JKN-KIS Ditengah Pandemi Covid-19

GOSULUT.ID - Provinsi Gorontalo - Berdasarkan Peraturan Presiden(Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan salah satunya selama masa pandemi covid-19, Badan Penyelenggara Sosial Kesehatan (BPJSK) memberikan kelonggaran atau relaksasi kepada peserta mandiri yang menunggak .

"Peserta dapat mengaktifkan kepesertaan kembali dengan hanya melunasi tunggakan iuran selama paling banyak enam bulan plus satu bulan berjalan," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo, Muhammad Yuzrizal pada kegiatan media gathering. Jumat (26/6/2020).

Dikatakannya, kebijakan pemerintah ini sebagai upaya mendukung Covid-19, sehingga peserta yang menunggak dapat mengaktifkan kepesertaan kembali.

"Kalau ada sisa tunggakan, maka akan diberikan kelonggaran pelunasan sampai dengan bulan Desember tahun 2021, agar status kepesertaannya tetap aktif sebagai peserta JKN-KIS," tuturnya.

Dijelaskan, Perpres Nomor 64 Tahun 2020 akan mulai berlaku pada 1 Juli 2020, dengan iuran kepesertaan mandiri untuk kelas I sebesar Rp 150 ribu, kelas II Rp 100 ribu dan kelas III Rp 42 ribu.

"Untuk kelas III, pemerintah mengsubsidi sebesar Rp 16.500, sehingga yang ditanggung peserta hanya Rp 25.500," terangnya.  

Yusrizal mengingatkan kepada masyarakat agar tetap memenuhi kewajibannya sebagai peserta dengan secara rutin membayar iuran setiap bulan.

"Untuk memudahkan dan mendekatkan pelayanan, peserta diharapkan dapat memanfaatkan layanan yang ada pada aplikasi Mobile JKN, banyak fitur-fitur didalamnya dapat dimanfaatkan," tandasnya.

Pada kegiatan tersebut turut menjadi narasumber yakni Ivana Feybie Umboh, Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Dikdik Sadikin selaku Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta, Muthia Hasan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, Chrisye Thielda Tangkawarow, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta, serta Arthur Andreas Alfonso selaku Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan.

Editor: Harso Utiarahman