Kejari Limboto Dr.Supriyanto : Kejadian Siswa Eha-bon Tanggung Jawab Semua Pihak

Kejari Limboto Dr.Supriyanto : Kejadian Siswa Eha-bon Tanggung Jawab Semua Pihak

Laporan Wartawan : Alwin Ibrahim
Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

 

GoSulut.ID - Limboto - Rapat kordinasi lintas sektor pembahasan penanganan perempuan dan anak yang di pimpin oleh Asisten III, Hend Restu mewakili bupati di ruang madani, selasa (25/6).

Dalam rapat tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo Dr. Supriyanto, SH.MH hadir sekaligus memberikan saran dan masukan bagaimana mencegah serta menanggulangi maraknya kenakalan remaja dan anak anak.

Terutama menyikapi peristiwa adanya beberapa siswa di salah satu sekolah di Kabupaten Gorontalo yang sedang "ngelem" sehingga membuat citra pendidikan dan anak anak kurang baik.

Inilah beberapa saran dan masukan, yang telah di sampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo.

"Karena berbicara  masalah anak merupakan tanggung jawab bersama, baik itu orang tua, sekolah, pemerintah dan semua stakeholder terkait, sehingga terkait dengan kejadian anak anak "ngelem" kemarin merupakan kesalahan bersama yang harus di carikan solusinya. Berikutnya Peningkatan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, seperti pramuka, olahraga, seni, dll, sehingga anak2 tidak waktu untuk melakukan kegiatan yang menyimpang. Dan paling utama memberikan pemahaman agama, moral dan budi pekerti anak-anak," jelas Dr.Supriyanto.

Dengan demikian akan tercipata atmosfir pendidikan di sekolah yang aman, nyaman, sejuk dan harmonis, sehingga anak anak betah belajar di sekolah.

"Dengan begitu sudah menciptakan lingkungan pergaulan anak anak yang ramah dan inovatif terhindar dari hal hal yg menjerumuskan anak," tegas Dr.Supriyanto.

Apalagi pengawasan yang tidak mengekang terhadap anak. Tapi mereka diberikan kebebasan untuk berkreasi, namun dalam pengawasan yang tidak mengekang.

"Paling penting tentang pengawasan dalam pengunaan media komunikasi (TV, HP, Internet, dll), sebab tidak baik terhadap tumbuh kembang anak," kata Dr.Supriyanto.

Disini bagaimana menciptakan hubungan yang harmonis antara anak, guru dan orang tua, sehingga orang tua dan guru adalah tempat "curhat" bagi anak anak.

"Karena sesunguh-nya, anak menjadi aset terbesar suatu bangsa, karena masa depan bangsa akan tergantung dengan anak-anak kita.  Namun bila ingin menghancurkan sebuah negara, maka hancurkanlah para generasi mudanya. Jika ingin menghancurkan generasi muda, maka hancurkanlah karakter murid dan para gurunya," tegas Dr. Supriyanto.***