Kejari Gorut Revanda Sitepu,SH,MH Lakukan Jumpa PERS Di Akhir Tahun 2019

Kejari Gorut Revanda Sitepu,SH,MH Lakukan Jumpa PERS Di Akhir Tahun 2019

GOSULUT.ID - Kwandang - Dalam jumpa PERS yang di laksanakan di Uala Kejari Gorontalo Utara, Pukul 11.00 wita yang di hadiri oleh para Media yang tergabung dalam Komunitas PRESSu're, Senin (23/12/2019).

Sedikitnya ada 67 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) yang masuk di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) selang waktu Januari hingga pertengahan Desember 2019 ini.

Dari jumlah tersebut hanya 55 berkas perkara yang ditangani sedangkan sisanya sebanyak 12 SPDP terpaksa dikembalikan ke pihak penyidik, sebab dalam kurun waktu tiga bulan tidak ditindak lanjuti.

Kepala Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara, Revanda Sitepu,SH,MH mengatakan, umumnya perkara yang ditangani sepanjang 1 tahun ini, diantaranya berupa kasus penghinaan, penganiayaan, penggelapan, pencurian, penistaan agama, pengeroyokan, perzinahan, cabul dan pelanggaran lalu lintas serta penyalahgunaan narkoba. Sedangkan dilihat dari usia, rata-rata berkisar antara usia 15 hingga 60 tahun.

”Dari perkara-perkara tersebut, ada dua perkara yang melibatkan anak-anak, sedangkan 49 kasus itu, merupakan usia 17-60 tahun, dan sisanya terpidana diatas usia 60 tahun.” kata Revanda Sitepu,SH,MH.

Untuk itu, dalam kasus asusila seperti cabul ataupun perzinahan, menduduki urutan tertinggi dengan jumlah kasus sebanya 15 perkara, yang rata-rata korbannya anak-anak, berusia 6 tahun hingga 15 tahun. 

"Untuk KDRT 1 perkara, Narkotika 1 perkara, penistaan agama 1 perkara, pemerasan dan penggelapan 1 perkara, serta pemerasan 1 perkara." jelas Revanda Sitepu,SH,MH.

Selain itu, ada 2 perkara menyangkut Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) yang juga menghiasi tahun 2019 ini, yaitu permintaan pendapat hukum mengenai penyesesaian sengketa terhadap lahan HGU PT. Bumi Sumalata Indah, Desa Sumalata dan sementara masih berproses. Kemudian permintaan pendapat hukum mengenai pembebasan ganti rugi untuk lahan pembangunan rusunawa di Desa Pontolo, dan kesemuanya sementara dalam kajian.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gorut, Rully Lamusu menambahkan, khusus untuk pidsus, saat ini pihaknya telah melakukan penuntutan terhadap 5 perkara, dimana 2 perkara sudah inkrah dan 3 perkara sementara dalam persidangan. Yang sebagian merupakan kasus penyalagunaan dana desa.

"Saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan terhadap 2 perkara masing-masing, Dugaan penguasaan paket pekerjaan oleh salah satu kontraktor pada beberapa OPD Kabupaten Gorontalo Utara tahun 2018. Kemudian dugaan penguatan pembebasan lahan pada proyek PLTU Tanjung Karang dimana dalam perkara ini diduga ada unsur pungutan liar (pungli) soal pembebasan lahan dan jual beli lahan," tegas Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gorut, Rully Lamusu dalam Jumpa PERS bersama Kejari Revanda Sitepu,SH,MH.***

Editor : Mnunu Tangguda