Kejari Dr.Supriyanto Jadi Pemateri Bimtek Di Jakarta

Kejari Dr.Supriyanto Jadi Pemateri Bimtek Di Jakarta

Liputan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

 

 

 

GoSulut.Id  -Jakarta - Pemerintah Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Bupati, Nelson Pomalingo, terus berbenah untuk mencapai pemerintahan yang bersih dan berwibawa, baik yang ada di tingkat kabupaten, kecamatan sampai di desa.

 Apalagi banyak anggaran yang di kelola oleh desa, terkait pengunaan dana desa oleh aparatur desa, sehingga Bimtek seperti ini sangat penting sekali di laksanakan, guna memahami regulasi yang ada, dalam sistim pengelolaan dana desa.   

Maka pemerintah menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo Dr. Supriyanto, memberikan materi dalam Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Kabupaten Gorontalo yang bekerja sama dengan Pamong Institute, selasa (19/03) di Hotel Redtop Jakarta.

Dr. Supriyanto didaulat menjadi narasumber, dalam acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa yang diikuti oleh seluruh jajaran pemerintah desa dan BPD.

Dalam kesempatan itu, Dr. Supriyanto menyampaikan materi terkait optimalisasi pengelolaan dan pengawasan keuangan desa, agar nanti-nya para aparatur pemerintah desa terhindar dari jerat hukum tindak pidana korupsi, karena menyelewengkan keuangan desa.Salah satu caranya, dengan menggunakan sistem aplikasi.

”Kemarin kita sudah launching aplikasi JAGA DESA, yakni Jaksa Menjaga Desa Sejahtera. Dengan aplikasi tersebut, pengelolaan keuangan desa akan termonitor dengan baik, ucap Dr.Supriyanto” ucap Dr. Supriyanto.

Secara terpisah Ketua Asosiasi BPD Kabupaten Gorontalo, Rion Ali  waktu di mintai tangapannya, menyatakan kegiatan ini di ikuti oleh180 Ketua BPD se Kabupaten Gorontalo dan para Kades di daerah ini.

” Bahkan dalam sambutan-nya Bupati Nelson Pomalingo, lebih menekan-kan, bagaimana para aparat yang ada, selalu menjaga harmonisasi antar BPD dan Kades serta mendorong inovasi keunggulan didesa. Lebih menarik lagi kegiatan ini, pemateri-nya Kejari Kabupaten Gorontalo dalam rangka pencegahan penyalagunaan Dana Di desa,” Jelas Rion Ali.***