Katua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Ajak Pendemo Awasi Proses Sedang Berjalan Secara Bersama Tanpa Intervensi

Katua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Ajak Pendemo Awasi Proses Sedang Berjalan Secara Bersama Tanpa Intervensi

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

 

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Puluhan masa aksi kembali mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Gorontalo.

Dalam orasinya, masa aksi meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk mengusut tuntas kasus dugaan pelanggaran pemilu saat ini sementara di tangani Bawaslu.

”Dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di Kecamatan Tilango, Dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di kecamatan Tibawa Desa Isimu Raya, Dugaan pelanggaran pemilu yang di Kecamatan Biluhu dan Dugaan pelanggaran pemilu di wilayah Boliyohuto,”ucap salah satu orator saat berada di hadapan Bawaslu Kabupaten Gorontalo.

Semua itu, sebagai bentuk dukungan dan harapan, agar semua kasus dugaan tindak pidana pemilu tidak kemasukan angin.

”Maka masa aksi, Rahmat Mamonto, menyerahkan Tolak angin dan Salompas, pada Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Wahyudin Akili,” Ucap Rahmat Mamonto.

Mengapa mereka diberikan Tolak Agin Dan Salonpas, saat sedang melakukan proses para pelangar pemilu.

”Supaya seluruh kasus pelanggaran pemilu yang di tangani Bawaslu tidak masuk angin, bila sampai terjadi  hal demikian, maka rusak-lah demokrasi kita saat ini,"kata Rahmat Mamonto.

Menanggapi tuntutan masa aksi, Ketua Bawaslu , Wahyudin Akili.SE mengatakan, saat ini seluruh Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu semua jalan dan tak ada yang berani main main.

”Hari ini semua Kasus Pelanggaran tindak pidana pemilu sementara berproses di Bawaslu melalui Sentra Gakumdu. Semua kasus yang cukup bukti, tak ada satu manusia yang bisa intervensi dengan kekuatan apa-pun. Kalau seandainya kami saat ini tidak transparan, pasti ada kasus atau pelanggaran yang kami tidak publisi. Kami di Bawaslu sekarang orang orang muda dan idialis masih terjaga, mari kawal secara bersama, jika salah tetap salah dan bila benar, tak pelu di salahkan,"kata Wahyudin Akili.

Wahyudin menambahkan bahwa pihaknya akan menyampaikan ke publik seluruh proses-proses yang sementara jalan di Bawaslu.

"Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa terhadap kasus-kasus yang telah di sampaikan tadi oleh orator demo. Seperti kasus Basulapa, sementara menunggu koreksi dari Bawaslu Provinsi Gorontalo. Jika ada pertimbangan dari Bawaslu Provinsi, maka kami akan tindak lanjuti , yang pasti dari Bawaslu Kabupaten Gorontalo sudah memberikan kepastian hokum," Sambungnya.

Menurut Wahyudin Akili, untuk mewujudkan penegakan pemilu yang berkeadilan, sekalipun itu tiang gantung, menganggap hanya sebagai lambaian bidadari.

”Segala kasus yang kami limpahkan dan yang tidak kami limpahkan itu sudah bagian dari Asas Kepastian hukum, maka terhadap proses-proses yang berkaitan dengan penegakan keadilan pemilu, bagi kami sekalipun itu Tiang gantungan-pun, bagaikan lambaian bidadari. Maka tak ada alasan menghentikan sebuah perkara, yang sudah terpenuhi unsur-unsurnya, ingat semua itu tergantung alat bukti,”tutur Wahyudin Akili.

Pihak Bawaslu meminta Masyarakat untuk proaktif mengawal dan mengawasi dan jika melenceng dari koridor diminta untuk melaporkanya ke DKPP.

"Untuk perkara-perkara, yang teman-teman sampaikan tadi, silahkan kawal dan awasi kami. Sekira-nya melenceng dari koridor, silahkan laporkan kami ke dewan kehormatan penyelenggaraan pemilu," harap Wahyudin Akili.***