Kasus Bimtek Di Kejaksaan Tinggi Jangan Kemasukan Angin Apalagi Menutup Mata

Kasus Bimtek Di Kejaksaan Tinggi Jangan Kemasukan Angin Apalagi Menutup Mata

Liputan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Kasus Dugaan tindak pidana korupsi terkait Bimbingan Teknis (Bimtek), Peningkatan Kapasitas Aparat Desa yang menelan Anggaran kurang lebih 5 miliar. Di laksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Desa (PM-Des) Kabupaten Gorontalo, kerjasama sama dengan PT. Pamong Institut, sebagai pihak ketiga. Kini mulai di ungkap oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk di usut tuntas.

Walaupun lewat media sosial Kejaksaan Tinggi Gorontalo menyampaikan sudah pernah memeriksa beberapa Saksi dan akan meminta keterangan ke pihak ketiga terkait Dugaan kasus korupsi Bimtek. Namun oleh para Aktivis Penggiat Anti Korupsi terus memberikan dorongan pada Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Dr. Firdaus Dewilmar,  menyelesaikan kasus tersebut.

Salah satu Aktivis Penggiat Anti Korupsi, Taufik Buhungo, Kejati Gorontalo untuk tidak menutup mata terkait Dugaan kasus korupsi Bimtek.

"Terkait kasus Dugaan Korupsi Bimtek, yang sudah terekspos di semua media, harus di seriusi. Jangan seperti berbagai persoalan yang hanya sampai di penyelidikan dan terlalu sulit masuk pengadilan,”ujar Taufik Buhungo.

" Dan saat ini sudah ada beberapa yang sudah di periksa oleh Kejaksaan Tinggi  Gorontalo, entah dari pihak Dinas dan Pihak Ketiga. Maka kasus sedang menguap saat sekarang, jangan sampai hanya ribut di media saja. Seperti Kasus Pembangunan Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo di Desa Pone, Dana Bansos Bonebolango dan Gorontalo Outo Ring Ruad (GORR)  yang katanya punya kerugian Negara, namun sampai saat ini belum ada juga penetapan tersangkanya,"Sambung-nya.

Kasus terbaru yang heboh, menurut Taufik Buhungo, jangan sampai terbengkalai lagi. Apalagi  jika ada pejabat yang terlibat, di harapkan pihak penegak hukum untuk tidak tebang pilih.

"Tetap Konsisten dalam hal menangani dan memberantas kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sementara di tangani ," harap Taufik Buhungo.

Dalam kasus ini jangan ada tebang pilih dari Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang konon katanya masih peduli pada penegakan supremasi hukum di Daerah tercinta ini.***