Kapten Kapal Berstatus PDP Meninggal Di RSUD Mala Talaud; Begini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Kapten Kapal Berstatus PDP Meninggal Di RSUD Mala Talaud; Begini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Foto  : Pasien Dalam Pengawasan yang meninggal di RSUD Mala Kab. Kepl. Talaud, dimakamkan dengan Protap Covid-19

Peliput : Frendy Sapoh

GOSULUT TALAUD—Warga Porodisa kembali dihebohkan dengan meninggalnya satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, di Mala. Kamis, (25/6/2020)

Ketika dikonfirmasi, pihak RSUD Mala menyampaikan bahwa PDP tersebut merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Bergerak Gemeh. “Pasien ini adalah rujukan dari RSB Gemeh. Pasien ini adalah pelaku perjalanan, dan sudah 10 hari berada di Talaud. Pasien ini awalnya dirawat di Puskesmas, namun karena keadaanya semakin memburuk, maka dirujuk ke RSB Gemeh, namun karena pasien menunjukkan gejala Covid-19 maka dari RSB Gemeh dirujuklah ke RSUD Mala,” ungkap dr. Nansy Sasube, Sp.Pd, penanggung jawab perawatan pasien Covid -19 RSUD Mala.

“Pasien ini sudah 2 kali di Rapid Tes, yakni pada saat di RSB Gemeh dan saat tiba di RSUD Mala kemarin. Dan dari kedua Rapid Tes ini, hasilnya semua non reaktif. Pada saat pemeriksaan di Puskesmas pasien sudah ada keluhan, yakni sesak nafas dan batuk yang memang sudah lama, dan juga penyakit komorgit seperti Diabetes Melitus dan Hypertensi yang tidak terkontrol. Dan sekira pukul 11.00 wita, pasien meninggal dunia, karena gagal nafas atau sesak nafas hebat” imbuhnya.

“Karena susah bernafas, PDP ini jadi gaduh sekali. Bahkan jarum infus yang terpasang ditangan beberapa kali dicabutnya,” imbuhnya Dr. Nansy pun menambahkan, pada saat tiba di RSUD Mala, pasien tersebut langsung diisolasi di ruang isolasi, dan sebelum meninggal pasien juga mengalami penurunan kesadaran.

“Pasien dirujuk kemarin (Rabu, 24/6). Penanganan pasien ini kami lakukan dengan protokol Covid-19, dimana hal itu ditunjukkan dengan gejala yang dialami pasien. Dan pasien ini pun sudah diambil tes SWAB pertama, dan akan dikirim pada hari sabtu (27/6). Dan kita akn tunggu hasilnya seperti apa,” tukasnya.

Diapun menuturkan, untuk tata cara pemakaman PDP akan dilakukan berdasarkan protokol Covid-19. “Jadi PDP ini dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19. Selain itu, kami juga sudah melakukan isolasi kepada salah satu rekan dari PDP ini, karena yang bersangkutan melakukan kontak erat dengan PDP yang meninggal ,” tukasnya.

PDP ini dikuburkan di TPU desa Mala Timur, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan pengawalan ketat Polres Kepulauan Talaud, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP. Alam Kusuma S. Irawan

Diketahui, PDP berinisial MNG alias Wahyu (24) warga Jawa Timur, yang bekerja sebagai kapten kapal takboat yang berlabuh di wilayah kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud.