Jaga Kelestarian Bahasa Daerah, Laode: Perda Akan Direvisi

Jaga Kelestarian Bahasa Daerah, Laode: Perda Akan Direvisi

GOSULUT.ID - Komisi 4 DPRD Provinsi menilai Perda Bahasa daerah yang ada saat ini belum bisa memenuhi harapan dalam rangka pembinaan dan pelestarian bahasa daerah.

"Perkembangan regulasi dari penerapan perda bahasa daerah sampai dengan saat ini belum bisa memenuhi amanat undang-undang itu sendiri," ujar Sekretaris Komisi 4, Laode Haimudin, Senin (29/03/2021).

Salah satunya lanjut politisi PDI-P ini, amanat kepada Kantor Bahasa dan Pemerintah Provinsi dalam bersinergi dalam melestarikan, perlindungan, dan pembinaan bahasa daerah.

"Beberapa bahasa daerah terancam bisa punah seperti bahasa suwawa, bahasa atinggola, dan Bolango," sambungnya.

Dikatakan, hal ini terkendala masih kurangnya tenaga pendidik atau guru yang khusus mengajar bahasa daerah.

Menurut Laode, persoalan ini menjadi tantangan bagi pemerintah provinsi dan kantor bahasa untuk mencari solusi atas kurangnya tenaga pengajar.

Baginya, keterbatasan ini bisa diupayakan dengan memaksimalkan guru bahasa yang ada agar bisa turut berperan untuk mengajarkan bahasa daerah.

"Hemat saya, biarlah untuk sementara ini guru bahasa yang ada bisa turut dilibatkan untuk mengajar bahasa daerah kepada anak didik," ujarnya.

Laode menegaskan, sebagai alat komunikasi dan pemersatu, keberadaan bahasa sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan.

"Untuk itu revisi terhadap perda ini juga sangat penting dan nantinya akan dikaji oleh BAPEMPERDA DRPD provinsi Gorontalo," pungkasnya.