Jadikan 1 Moharam 1441 Hijriah Perubahan Diri, Prof Nelson Pomalingo : Berhenti Saja Jadi Tukang Fitnah

Jadikan 1 Moharam 1441 Hijriah Perubahan Diri, Prof Nelson Pomalingo : Berhenti Saja Jadi Tukang Fitnah

Liputan Redaksi 

Editor : Mnunu Tangguda

www.goslut.id - Limboto - Dalam rangka tahun baru Islam 1441 di Kabupaten Gorontalo yang di laksanakan secara meriah di daerah ini, minggu (1/9) di spot centre Limboto.

Dalam kegiatan pawai Hijratul Rasul di ikuti oleh para SKPD serta anak didik dari SD, SMP, SMA dan Madrasah Ifitidaiyah, Madrasah Aliyah, Ibu Ibu Pensiunan, Majelis Taqlim di Desa/Kelurahan Kecamatan Limboto.

Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Gorontalo, Prof.Nelson Pomalingo mengatakan, dalam tahun baru Islam 1441 Hijriah, yang tepatnya 1 Muharam, jatuh pada hari ini, minggu (1/9).

Semuanya harus memaknai 1 Muharam dengan Tiga Hal yang menjadi Contoh bagi semua pihak di daerah ini, terkait perjalanan, Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

" Saat hijrah ke Madinah, telah mengakibatkan Islam Jaya, kemudian berdampak pada perkembang begitu pesat yang terjadi di kota itu. Sebuah perubahan sangat besar sekali," ucap Sang Profesor yang sekarang duduk sebagai Bupati Kabupaten Gorontalo.

Oleh karena itu, kita menandai 1 Muharram di Kabupaten Gorontalo menjadi sebuah motivasi bagi pemerintah dan rakyat di daerah untuk bersama dalam memajukan daerah.

"Saya ingin mewujudkan Kota Limboto Kabupaten Gorontalo harus lebih maju,  baik itu fisiknya maupun manusianya,"Sambungnya.

Prof.Nelson Pomalingo berharap, melalui 1 Muharram juga kita semua melakukan evaluasi diri.

"Seperti yang didoakan tadi oleh Kemenang Kabupaten Gorontalo, dimana dari yang tidak baik menjadi baik, agar terjadi perubahan dalam diri kita semua," Tambahnya.

Prof.Nelson Pomalingo mengatakan, Pertama bagaimana dari pembawa fitnah, sudah berubah tak lagi menjadi tukang fitnah, sehingga menjadi pribadi yang baik dan benar.

"Kemudian yang kedua, bagaimana  kebiasaan selalu karlota, tidak menjadi karlota, nah momentum 1 Muharam menjadikan kita semua terus berbenah diri," kata Sang Profesor.

Berikutnya, ketiga dari yang suka maksiat tidak maksiat lagi.Hal ini saya kira menjadi hakekat daripada kita melaksanakan 1 Muharram ini.

"Yang terakhir Saya ingatkan, bahwa usia kita bukan malah bertambah, tapi berkurang. Karena kalau kita dipatok 60 tahun, berarti kurang satu tahun lagi," ucap Prof.Nelson Pomalingo.

Intinya kita semua akan meninggal, maka berhentilah dalam melakukan sesuatu yang hanya merugikan kita semua dalam hidup ini.

"Perlu di ingat, di saat manusia mati, pasti yang di bawa hanya amal kebaikan," tegas Sang Profesor.***