Hutan Mangrove di Rusak, Kinerja KPH Dipertanyakan

Hutan Mangrove di Rusak, Kinerja KPH Dipertanyakan

GOSULUT.ID - Perusakan terhadap hutan kini sudah mulai tidak terkendali, terutama di bagian pesisir seperti hutan mangrove yang kini diduga telah dirusak / dibabat oleh oknum tidak bertanggung jawab. Layaknya tidak ada pengawasan dari instansi terkait dalam hal ini Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Seperti di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan yang diduga telah terjadi perusakan / pembabatan hutan yang masuk di dalam kawasan Hutan Lindung (HL) menggunakan alat berat jenis excavator dengan merek hitaci berwarna orange, Rabu (11/05/2022).

Hal ini dibuktikan adanya laporan aduan kepolisian oleh saudara Rianto Suleman salah satu anggota Lsm, Minggu (01/05/2022), yang mana terduga oknum pengrusakan atas nama Abdul Halik.

"Saya berharap dengan laporan ini, pak Kapolsek Randangan dapat menindak lanjuti kejadian pengrusakan hutan mangrove tersebut dan dapat memproses secara hukum sesuai dengan UU yang berlaku," harapnya.

Di tempat yang berbeda, pemuda Randangan Andika Lamusu sangat menyayangkan kinerja KPH, yang seharusnya jeli dalam segi pengawasan kawasan HL malah harus ada pengrusakan hutan dulu baru ada tindakan dari KPH.

"Kalau pengawasanya ketat, tidak mungkin pengrusakan itu terjadi. Jangan nanti sudah ada kerusakan dan laporan baru nampak ada tindakan dari KPH. Seharusnya sebelum terjadi, KPH sudah harus stand by mengawasi hutan. Oleh karena itu, saya berharap ini menjadi persoalan masalah pembabatan hutan lindung yang terakhir di Kecamatan Randangan," sesalnya.

Sampai berita ini di terbitkan,awak GS masih berusaha menghubungi pihak KPH untuk di mintai klarifikasi.***