Helmi Daud Dan Nasir Tongkodu : Sepakat Berita Yang Dialamatkan Pada NP, Melanggar Kode Etik Dan Fitnah 

Helmi Daud Dan Nasir Tongkodu : Sepakat Berita Yang Dialamatkan Pada NP, Melanggar Kode Etik Dan Fitnah 

GOSULUT.ID - Dengan beredar rekaman suara dan Screenshoot percakapan melalui media sosial WhatsApp, yang di beritakan oleh beberapa media online, diduga ada seorang perempuan yang mencoba memeras Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo (NP).

Di tanggapi Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo Helmi Daud. Dirinya mengatakan, mestinya harus ada narasumber yang jelas dan konkrit tentang isu tersebut.

”Baik Tuti yang disebut sebagai orang yang di dalam WhatsApp, dan om Nelson dalam rangkaian pemberitaan terkait pernyataan mereka dalam percakapan itu. Didunia digital seperti ini proses pembuktian terhadap digitalisasi perbincangan orang itu harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan ahli yang mampu membuktikan kebenaran konten maupun kebenaran percakapan maupun kebenaran sumber-sumber yang ada dalamnya," paparnya saat diwawancarai, Kamis (30/07/20).

Lebih lanjut, Helmi menegaskan, diduga media yang memberitakan berpotensi melanggar prinsip dan norma kode etik jurnalis dalam Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

" Maka ini bisa saja menjadi kewenangan hukum dalam memprosesnya, karena narasi yang dibangun dalam berita itu, se olah- olah percakapan Bupati Gorontalo. Namun pembuktian terhadap kebenaran narasi tersebut nihil. Artinya isu ini tidak membuktikan secara valid apa yang diberitakan," sambung Helmi.

Menurutnya, jika mengacu pada jurnalis investigasi hasilnya nol, sebagai jurnalis investigasi itu magacu pada objek yang akan diberitakan atau dilaporkan, mewawancarai banyak pihak untuk menggali dan mendalami objek yang diinvestigasi dan mendokumentasikan banyak hal. Tidak hanya membangun narasi secara pribadi.

” Berita ini terkesan igin menjatuhkan wibawa Pemerintah Daerah, dan harkat maupun martabat seseorang untuk mengait kepentingan pribadinya dalam hitungan matematis, " ucap Helmi.

Sementara itu, Juru bicara pemerintah Kabupaten Gorontalo, Nasir Tongkodu
membantah keras bahwa isu tidak memiliki landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.

“ Ini melanggar etika jurnalis, tidak layak dikonsumsi pada masyarakat karena itu tidak menggambarkan syarat maupun kaidah pemberitaan, sumber beritanya tidak akurat dan tidak ada konfirmasi pada orang yang menjadi sasaran pemberitaan itu,"katanya.

Terakhir, Nasir menyebutkan bahwa hal tersebut bukanlah informasi yang baik. Pers itu keberadaannya menjadi penting sebagai wadah pemberi informasi bagi masyarakat umum. Dan Informasi juga harus yang bermanfaat, tanpa hoax atau mengandung fitnah.

“ Sehingga saya memandang ini hamya fitnah untuk melakukan pembunuhan karakter pejabat negara yaitu Bupati Kabupaten Gorontalo," tuturnya.***

Editor : Alwin Ibrahim