Hati Hati Bagi Yang Senang Nikah Di Bawah Tangan, Dr.Supriyanto : Bagi Istri Mencari Keadilan Datang Di Kejaksaan Limboto

Hati Hati Bagi Yang Senang Nikah Di Bawah Tangan, Dr.Supriyanto : Bagi Istri Mencari Keadilan Datang Di Kejaksaan Limboto

Laporan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

GoSulut.ID - Limboto - Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo menggagas terobosan baru dengan membuka Layanan konsultasi bagi istri sah, ucap Kejari Kabupaten Gorontalo, Dr Supriyanto melalui pesan WhatsApp redaksi Gorontalo Sulut News ”www.gosulut.id”

Karena Hakekat dan tujuan perkawinan sesuai pasal 1 UU No 1 Tahun 1974 tentang  Perkawinan adalah menciptakan keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka perkawinan adalah sesuatu yang sakral yang harus di jaga.

”Untuk itu, pihak kejaksaan membuka  layanan konsultasi langsung dari Jaksa dan Pengacara, biayanya gratis bagi istri yang melaporkan suami menikah lagi tanpa se izin istri,” Sambungnya.

Dr.Supriyanto menambahkan, ALLAH berfirman dalam Surat Ar-Ruum ayat 21 : Dan diantara tanda tanda kekuasaannya adalah Dia menciptakan untukmu isteri isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram pada-nya dan dijadikan diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda tanda bagi kaum yang berfikir.

" Oleh karenanya, sebuah perkawinan adalah sesuatu yang harus di jaga dan harus di hormati oleh semua," kata Supriyanto

Jika ada perkawinan yang melanggar ketentuan bisa di ajukan pembatalan.

"Dengan demikian, sebuah perkawinan yang melanggar ketentuan hukum dan syarat, rukun perkawinan, dapat diajukan sebuah pembatalan," tegas Supriyanto

Kepala Kejaksaan Negeri yang bergelar Doktor juga ini menjelaskan tentang pasal yang berkaitan dengan perkawinan.

”Berdasarkan ketentuan pasal 26 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, disebutkan secara jelas.

”Perkawinan yang dilangsungkan dimuka pegawai pencatat perkawinan yang tidak berwenang, wali nikah yang tidak sah atau dilangsungkan tanpa dihadiri oleh dua orang saksi, dapat dimintakan pembatalannya oleh para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau isteri, JAKSA dan suami atau isteri ". Jelas Dr.Supriyanto.***