Hakim Pengadilan Tinggi Bali Ikut Seleksi Capim KPK, Nawawi Pomolango : Terpangil Melihat KPK Hari Ini

Hakim Pengadilan Tinggi  Bali Ikut Seleksi Capim KPK, Nawawi Pomolango : Terpangil Melihat KPK Hari Ini

(foto Nawawi Pomolango dengan Hakim di districtcourt Santa Ana Amerika Judge Carter)

Sosok Nawawi Pomolango,SH, pria kelahiran Manado 28 pebruari 1962 Provinsi Sulawesi Utara. Kedua orang tua berasal dari Ibukota Kabupaten Bolmong Utara, tepanya di Desa Boroko.   

Diri-nya pernah mengenyam pendidikan dasar di SD Negeri II Boroko sampai klas 3, kemudian pindah lagi ke manado dan mlanjutkan di SD Neeri XIV Manado, SMP Negeri 1 Manado dan SMA Negeri 1 Manado. Kemudin melanjutkan kuliah di Unsrat Manado, alumni Fakultas Hukum  Angkatan 1981 dan  selesai ditahun 1986.  

 Perjalanan karir Nawawi Pomolango, sejak diterima sebagai calon hakim angkatan V Ciner  tahun 1988, karir-nya terus bersinar.  Pada tahun 2001 di mutasi menjadi Hakim PN Balikpapan Kalimantan Timur. Tahun 2005 dimutasi lagi ke Pengadilan Negeri Makasar.  Di tahun2008 di promosi sebagai Wakil Ketua Pengadilan Poso, maka 2010 diangkat menjadi Ketua Pengadilan Poso.

Di tahun 2011 dimutasi menjadi hakim pada Pengadilan Jakarta Pusat, di tahun 2013 diangkat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Bandung.

Pada tahun 2015 di promosi Ketua Pengadilan Samarinda Kaltim dan 2016 di promosi lagi menjadi Ketua Pengadilan  Jakarta Timur. Dan terakhir di promosi sebagai Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Bali sampai saat ini.

 

Laporan Wartawan : Muchtar Harundja

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

GoSulut.ID – Limboto – Mantan Ketua Pengadilan Jakarta Timur yang saat ini sebagai Hakim Di Pengadilan Tinggi Bali, Nawawi Pomolango, SH.

Alumni Fakultas Hukum Unsrat Manado angkatan 1981, lulus ditahun 1986,  begitu lulus sempat menjadi Asisten Dosen dari alm.Prof. AJ Paransa untuk mata kuliah hukum kewarisan Islam.

Di tahun 1988 diterima sebagai calon hakim angkatan V Cinere dan ditempatkan di Pengadilan Negeri Tondano.

Kemudian di angkat sebagai hakim pertama ditahun 1992 yang tempatkan di Pengadilan N Soasio Tidore Kabupaten Halmahera Tengah.

Sosok Nawawi Pomolango, SH yang pernah menjadi Hakim Tipikor, saat di mintai tangapan-nya terkait tentang keikut sertaan di seleksi Capim KPK.

”Sebetulnya ini hanya niat dan ikhtiar saja, sebab ingin ikut serta dalam mengabdi pada negara dalam mencegah segala perbuatan korupsi yang marak di negara kita ,” ucap Nawawi Pomolango, SH melalui WhatsApp redaksi Gorontalo Sulut News.

Tapi paling menarik lagi pertayaan anda sebagai wartawan, apa motivasi Saya ikut Seleksi KPK.

”Saya ingin menjadi di Garda terdepan dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di negeri ini,”ucap Nawawi Pomolango.

Pengalaman sebagai hakim di Pengadilan Tipikor, bagaimana menunggu datangnya 'pelimpahan' perkara tipikor, baik dari penyidik polri, kejaksaan maupun KPK.

”Dalam mengadili kasus korupsi impor daging sapi yang terdakwa Presiden PKS saat itu, Lutfi Hasan Ishak dan Fatonah. Kemudian perkara korupsi kasus suap telah menyeret mantan Ketua MK Patrialis Akbar serta Ketua DPD Irwan Gusman,” kata Nawawi Pomolango.

Tapi hari ini, hati merasa terpangil bagiamana melihat KPK saat ini, terlihat lari sangat kencang namun hanya berada di tempat.

”Maka hal itu lagi yang lebih memotivasi Saya maju seleksi Calon Pimpinan KPK. Dan batas akhir pendaftaran 4 Juli 2019. Alhamdulillah niat perjuangan ini mendapat ijin dari Pimpinan Ketua MA beserta pimpinan lainnya. Kemudian kelengkapan berkas Saya akan penuhi semuanya sebelum penutupan batas waktu seleksi,”Sambungnya.

Nawawi Pomolango menambahkan, semoga perjuangan dalam memberantas korupsi selalu terjaga dalam hati, sebab tak mudah menghadapi para koruptur, banyak tantangan dan godaan, tapi yakin-lah kembali pada niat kita.***