Guna Intervensi Penurunan Stunting, PKK Kabupaten Gorontalo Dan DIKES Teken MoU

Guna Intervensi Penurunan Stunting,  PKK  Kabupaten Gorontalo Dan DIKES Teken MoU

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

 

WWW.GOSULUT.ID - Limboto - Tim penggerak PKK Kabupaten Gorontalo sejak tahun 2017 turut andil dalam mendukung penurunan angka stunting di Kabupaten Gorontalo. Sebagai mitra pemerintah daerah, maka peran Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo dalam menurunkan angka Stunting melalui Gerakan Masyarakat Penurunan Angka Stunting (Gema Penting) mendapatkan apresiasi dan perhatian dari Pemerintah Pusat.

Buktinya, akhir tahun 2018  PKK Kabupaten Gorontalo mendapatkan dukungan dana pendampingan dari Kementerian Kesehatan RI. Bantuan suntikan dana ini memang dikhususkan untuk seluruh PKK Kabupaten di Indonesia.

Namun dalam penyaluran bantuan ini, Kementerian Kesehatan menyeleksi secara ketat PKK di daerah, mana yang sudah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penurunan Stunting di daerahnya.

”PKK Kabupaten Gorontalo merupakan mitra Pemerintah Daerah yang dinilai sudah memiliki peran dan kontribusi nyata dalam penurunan Stunting, sehingga mendapatkan suport dana pendampingan,” jelas Kepala Dinas, Roni Sampir ditemui usai Penandatangan Mou antara PKK dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo tentang Implementasi komunikasi perubaham perilaku masyarakat untuk mencegah stunting .

Lanjut Roni Sampir Keberhasilan PKK Kabupaten Gorontalo dalam mengambil peran sebagai mitra Pemerintah Daerah dalam hal penurunan angka Stunting ini-lah, yang menjadikan salah satu instrumen penilaian hingga, PKK Kabupaten Gorontalo mendapatkan suport, perhatian dan dukungan dari Kementerian Kesehatan RI terkait Gerakan penurunan angka Stunting di daerah,” Sambungnya.

Sementara itu, Ketua PKK Kabupaten Gorontalo, Dr. Fory Naway mengatakan, selama ini sebagai mitra pemerintah senantiasa berkomitmen untuk mendukung penuh kebijakan Pemerintah Daerah dalam menurunkan angka Stunting di wilayah ini.

“Dari seluruh mitra termasuk PKK dipilih, mana Kabupaten yang lebih konsen. Namun tanpa diminta, tanpa diharapkan dan tanpa dihimbau, kami berinisiatif  dalam program itu. Karena kami memang perduli dan ingin bersinergi dengan program penurunan Stunting,” Tambahnya.

Dr.Fory Naway  menjelaskan, tentang Gerakan Masyarakat Penurunan Stunting oleh PKK Kabupaten Gorontalo selama ini dilakukan di Pos Gizi, Lumbung Gizi dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi. Pos gizi adalah kegiatan sekolah singkat selama 12 hari bagi ibu balita dan ibu hamil dalam rangka membagikan pengetahuan dan menambah wawasan pada ibu balita dan ibu hamil yang dipandu oleh kader gizi, Tim Penggerak PKK desa, bidan desa dan petugas gizi di Puskesmas.

”Bahkan Kabupaten Gorontalo menjadi pilot Project penurunan stunting dari beberapa program inovasi strategis yang diadopsi Kemekes RI diantaranya wisuda balita, arisan donor darah, (Si Dora), saung germas, syiar germas yang dilakukan di masjid- masjid, pekan sayang ibu dan anak (PSIA), Pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil yang dimotori Tim penggerak PKK, gema penting,” kata Fory Naway

Menariknya dalam menurunkan angka stunting, bunda PAUD Kabupaten Gorontalo itu memiliki program yang dinamai “Huyula” yakni pemberian edukasi kepada kepada suami sayang istri, suami sayang keluarga.

”Pendampingan dimulai istri pada saat terlambat bulan minimal pemeriksaan kesehatan, kehamilan  hingga melahirkan dan pasca melahirkan. Hal itu merupakan wujud kebersamaan menjaga bayi serta pencegahan kematian ibu dan anak,”Tambahnya.

Dr.Fory Naway menyampaikan, jadi memang secara organisasi kami mendukung penuh program Gema Penting, bahkan kami mengajak masyarakat, khususnya para ibu dan seluruh jajaran PKK untuk mengambil peran dalam menurunkan angka Stunting di daerah.***