Gubernur Gorontalo Ajak Semua Pihak Bantu Pemerintah Atasi Virus Corona

Gubernur Gorontalo Ajak Semua Pihak Bantu Pemerintah Atasi Virus Corona

GOSULUT.ID - Mencegah Covid -19, butuh 1000 % partisipasi seluruh masyarakat Gorontalo. Karena apa-pun yang telah dilakukan oleh pemerintah, tapi masyarakat tidak mematuhi imbauan pencegahan virus corona yang sudah ada, semua jadi sia sia.

Selaku Gubernur Gorontalo, saya butuh peran seluruh masyarakat. Contohnya mereka yang merasa baru datang dari daerah pandemi, segera melapor ke puskesmas. Bagi yang sakit untuk mengisolasi diri. Bagi yang sehat menjauhi kerumunan orang, laksanakan PHBS, sering cuci tangan dan sebagainya.

Apalagi saat ancaman virus corona semakin menghawatirkan, Gubernur Rusli meminta semua pihak terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan. Dimulai dari menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

“Saya minta juga kepada LSM yang bisanya koar-koar mengkritik pemerintah, ayo sekarang saatnya kalian bertindak. Lakukan sesuatu untuk masyarakat.  Begitu juga mahasiswa, pengurus BEM. Edukasi masyarakat dengan upaya-upaya pencegahan. Saya imbau bantu pemerintah,” ajak Gubernur Gorontalo.

Pemerintah Provinsi Gorontalo terus bergerak melakukan upaya pencegahan. Selain imbauan pencegahan virus corona, pemprov sudah memperketat pintu masuk ke Gorontalo baik di bandara, pelabuhan dan perbatasan darat.

Gorontalo Bergerak Cegah Corona sebagai gerakan sosial juga sudah dicanangkan untuk membangun kepedulian masyarakat. Palang Merah Indonesia diaktifkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas publik.

Saat ini Pemprov Gorontalo sedang fokus untuk membantu mengadakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis yang berada di barisan depan. Setelan lengkap dari kepala hingga kaki itu diharapkan bisa melindungi tenaga medis selama bertugas melayani pasien.

Pemprov juga sedang mengkaji berbagai kemungkinan jika sesatu hal buruk terjadi. Salah satunya dengan menyiapkan ruang isolasi pasien alternatif selain yang ada di Rumah Sakit Aloe Saboe, Kota Gorontalo. Kampus I Badan Diklat di puncak Botu dan Rumah Sakit Ainun Habibie menjadi alternatif di situasi darurat.