GORR Kebangaan Rakyat Gorontalo Dan Hukum Di Tegakan

GORR Kebangaan Rakyat Gorontalo Dan Hukum Di Tegakan
GORR Kebangaan Rakyat Gorontalo Dan Hukum Di Tegakan

Limboto - gosulut.id - Mantan Ketua LPJKD Provinsi Gorontalo Nasir Tongkodu Periode 2004 s/d 2010 angkat bicara terkait tentang asas manfaat, terbukanya akses jalan Gorontalo Outer Ring Road, menjadi sebuah kebangaan rakyat di daerah ini.

”Azas manfaat dengan adanya, pembangunan Jalan GORR, digagas oleh Gubernur Rusli Habibie, bagi saya merupakan terobosan yang sangat membangakan bagi kita semua” Ucap Nasir Tongkodu.

Dengan terbuka-nya jalan GORR, paling tidak, bisa mengurai kemacetan yg belakangan ini, mulai terasa bagi kita semua.

”Akibat tingkat kebutuhan masyarakat, untuk memiliki kenderaan begitu tinggi, guna memperlancar bisnis mereka,seperti kita lihat sekarang” Kata Nasir Tongkodu.

Melihat pembangunan Jalan GORR ini, Saya teringat, bagaimana dulu, rakyat gorontalo ingin menjadi sebuah Provinsi Gorontalo?

”Terjadi perbedaan pandangan, bahkan di bilang, apakah daerah ini mampu, untuk berdiri sendiri, tapi nyatanya, semua pada enak menikmatinya”Ucap Nasir.

Begitu  juga tentang GORR, jika pekerjaannya cepat selesai, pasti manfaatnya dapat terasa, tapi akibat belum selesai, karena pekerjaannya secara bertahap, begini jadi-nya.

”Hujatan dan makian, terus datang silih berganti dan saling curiga satu sama lainnya, terus mengema di daerah kita cintai” Ujar Nasir Tongkodu.

Dengan terbuka-nya akses jalan ini, secara otomatis dapat menumbuhkan kantong kantong ekonomi baru, bagi masyarakat di daerah ini, terutama rakyat berada di pingiran kota.

” Bukan hanya itu, ke-depan perkembangan daerah, bukan bagini begini saja, pasti pertumbuhan penduduknya, setiap tahun meningkat” Tegas  Nasir.

Bila pertumbuhan penduduk terjadi, maka secara otomatis ,kepadatan penduduk di perkotaan terus bertambah.

” Disinilah peran pemerintah, memikirkan akses jalan baru, walau harus mengambil segala resiko kebijakan di ambil, guna kepentingan masa depan rakyat Provinsi Gorontalo”Ujar Nasir

Logika berpikir kita jangan melihat hari ini, kata kasarnya, tak ada manusia, yang mau hidup di dalam hutan, kita aja mau beli tanah, pasti duluan di tanya, apakah ada akses jalan menuju kesitu” Tutur Nasir.   

Disamping itu, keberadaan pembangunan jalan GORR, menjadi aikon Provinsi Gorontalo dimasa depan, menjadi kawasan pariwisata baru, bagi rakyat Provinsi Gorontalo, karena kiri- kanan jalan itu, merupakan pemandangan cukup indah di pandang.

”Memang, untuk sebagian orang, jalan itu mubazir, pemahaman demikian sangat keliru, kemarin saja semua mengatakan saat pencalonan kedua, periode Rusli Habibie di dampingi Idris Rahim, menyatakan ini perjuangan RH,di banga banga-kan saat kampanye, terus sekarang di obok obok” Kata Nasir Tongkodu.

Berbeda lagi ungkapan salah seorang tokoh masyarakat Ludin Olii, sebetulnya persoalan GORR tak usah di besar besarkan lagi, seakan gorontalo sudah mau kiamat.

”Jika terjadi kesalahan dalam pelaksanaan pengadaan tanah, maka pasti di cari kerugian negara, berarti siapa siapa penerima uang ganti rugi, sebab uang di bayar pada mereka” Ujarnya.

Di-dalam-nya, ada masyarakat sebagai pemilik atau pengarap, di ketahui Kepala Desa/Lurah, karena yang mengeluarkan Surat Keterangan Tanah, di bawah pada pemerintah Kecamatan untuk kelengkapan segala administrasi dalam pembebasan lahan.

Sedangkan dalam hal jual beli tanah,  ada tim kerja appraisal diverifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), apakah hasilnya sudah relevan atau tidak?

”Bila terjadi ketimpangan dan menimbulkan kerugian negara, masa Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di salah-kan, apa gunanya segala tugas yang telah di delegasi-kan pada mereka,  tangkap yang menerima uang dan bukan haknya, serta semua yang terlibat” Imbuh Ludin Olii.

Kejati Gorontalo, lagi di uji keberaniannya dalam persoalan ini, korupsi menjadi musuh semua, jadikan tersangka siapa yang terlibat mengambil uang negara, apakah dia rakyat kecil pemilik tanah atau mengaku pengarap, bila salah, jadikan tersangka, baru penerapan hukum, sebab Rp1000 rupiah uang negara.  Ucap Ludin Olii.(Mnt-kolonglangit)