Fory Armin Naway : Penguasaan Ilmu Pengetahuan Menjadi Kunci Kesejahteraan Dan Kemajuan Peradaban

Fory Armin Naway  : Penguasaan Ilmu Pengetahuan Menjadi  Kunci Kesejahteraan Dan Kemajuan Peradaban

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

Editor : Ifan Ceper

 

 

 

 

GoSulut.Id -Limboto- Bunda Baca Kabupaten Gorontalo Dr. Fory Armin Naway, hadir sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tingkat Kabupaten Gorontalo tahun 2019, Jumat ( 03/05) di Aula  Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Gorontalo.

Dalam pemaparan-nya Fory Armin Naway tentang ”Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Literasi", di hadapan pengelola Perpustakaan dari perwakilan 19 kecamatan Se- Kabupaten Gorontalo,  tampak hadir pula,  Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dr. Yahya Podungge.

Fory Armin Naway berharap, perpustakaan merupakan pusat ilmu pengetahuan. Maka penguasaan ilmu pengetahuan adalah kunci kesejahteraan dan kemajuan peradaban.

”Untuk itu, membangun perpustakaan merupakan memajukan peradaban dan mensejahterakan masyarakat. Literasi ini merupakan sebuah konsep yang memiliki makna kompleks, dinamis, terus ditafsirkan dan didefinisikan dengan beragam cara dan sudut pandang,"kata Fory Armin Naway.

Lebih lanjut, fory membeberkan Kemampuan literasi ini merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat.

Oleh karena itu, Salah satu wujud dari program literasi untuk kesejahteraan masyarakat paling tidak dapat dilihat dari penguatan perpustakaan, sebagai upaya mewujudkan kemajuan peradaban.

Kesejahteraan dimaksud, jelas Fory Armin Naway adalah kesejahteraan untuk semua, bagi setiap orang, setiap keluarga, setiap kelompok, setiap komunitas, seluruh penduduk, tak ada yang terabaikan, dan tak ada yang tertinggal.

"Seharusn-nya kegiatan literasi tidak hanya di maknai secara konvensional yaitu kemampuan membaca dan menulis, namun juga dapat diterjemah-kan untuk mengatasi persoalan, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan," jelasnya.

Dengan demikian, pemustaka atau pengguna perpustakaan tidak hanya sekedar datang dan meminjam buku, akan tetapi mereka juga dapat melakukan kegiatan lain. Seperti forum dialog antar anggota, berdiskusi tentang materi buku -buku tertentu, bertukar informasi dan mengembangkan jaringan sesama anggota perpustakaan, sehingga perpustakaan mampu berfungsi sebagai sarana tempat Kegiatan Pelatihan dan Keterampilan.

"Maka kehadiran Perpustakaan, mampu memberikan kontribusi besar dalam membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge society) untuk menumbuhkan tradisi dan budaya baca di dalam masyarakat, sehingga berdampak pada kesejahteraan, " tukas Fory Armin Naway.

Diakhir penyampayann-nya, sangat berharap pada peserta untuk terus mengerakan perpustakaan disetiap wilayah desa. Terutama bagi Ketua -Ketua PKK mengambil Alih menjadi bunda baca disetiap desanya.

Secara terpisah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Yahya Podungge menuturkan, bahwa pengelolaan perpustakaan modern lebih memfokuskan inklusi sosial, yakni pemberdayaan bagaimana pengelolaan perpustakaan desa.***