Firdaus Dewilmar : Peringati Menejemen PLTU Molotabu Gorontalo Dan  PT PLN Gorontalo

Firdaus Dewilmar : Peringati Menejemen PLTU Molotabu Gorontalo Dan  PT PLN Gorontalo

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

 

GoSulut.ID - Kota Gorontalo - Bongkar muat batu bara yang dilakukan oleh perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap "PLTU" Molotabu, kembali di ingatkan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Dr. Firdaus Dewilmar, waktu di wawancarai di Coffee Noura, malam selasa (21/050).

Dari proses bongkar muat yang dilakukan diduga akan menimbulkan volusi dan merusak serta mencemarkan ekosistem biota laut.

"Saat ini, sementara kita lakukan penelitian, karena kita melihat sistim bongkar muatnya itu tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga terjadinya polusi dan merusak biota laut. Pas di bongkar dari tongkang batu baranya, berjatuhan ke bibir pantai, otomatis batu bara tersebut mencemari kehidupan biota laut," Firdaus Dewilmar.

Pihaknya sementara melakukan koordinasi dengan menejemen PLTU Molotabu Gorontalo.

"Oleh sebab itu, terus di lakukan komunikasikan dengan menejemen PLTU Molotabu Gorontalo. Terutama dari sisi bongkar energi primernya dan saat ini saya sudah mendengar, bahwa setiap dua minggu kapal tongkangnya masuk untuk memasok energi primernya tersebut,"kata Firdaus Dewilmar.

 

Bahkan saat ini, sudah banyak laporan yang masuk ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo dan Kejaksaan Negeri Bone Bolango, terutama dampak bongkar muat batu bara dari tongkang ke mobil pengangkutan.

" Kami juga sudah turun lokasi dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Mereka semua berharap banyak pada kita, agar supaya bisa menjembatani pada menejemen. Mudah-mudahan kedepannya, bongkar muat batu bara tidak merusak lingkungan, terutama bibir pantai dan biota lautnya serta masyarakat sekitar," ungkap Firdaus Dewilmar.

Seharusnya ini, menjadi perhatian dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi, PT. PLN serta menejemen PLTU Molotabu Gorontalo tersebut.

”Kejaksaan hadir, mencari apa sebenarnya permasalahan. Mudah-mudahan bisa dapat solusi terbaiknya, karena PLTU itu juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sebagai pembangkit listrik yang bisa memasok listrik di jaringan Provinsi Gorontalo ,"ucap Firdaus Dewilmar.***