Firdaus Dewilmar : Kerusakan Hutan Mangrove Di Gorontalo Dalam Penyelidikan Kejaksaan Tinggi Gorontalo

Firdaus Dewilmar : Kerusakan Hutan Mangrove Di Gorontalo Dalam Penyelidikan Kejaksaan Tinggi Gorontalo

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

GoSulut.ID –Kota Gorontalo - Untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan darat. Kejaksaan Tinggi Gorontalo mulai menyelidiki penyebab keruskan hutan mangrove yang ada diprovinsi Gorontalo. Karena sudah banyak kawasan mangrove yang sudah rusak seperti di wilayah Kabupaten Pohuwato, Boalemo dan Gorontalo Utara.

Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Dr Firdaus Dewilmar SH, MH pada awak media mengungkapkan, pihak kejaksaan telah mengundang beberapa instansi yang memiliki kepentingan pada perkara tersebut untuk dimintai keterangan.

"Kami telah mengundang beberapa orang yang memiliki kepentingan disana. Dari sisi tatanan pemerintahan yaitu pihak Kehutanan Dan Lingkungan Hidup untuk dimintai keterangannya,"Sambungnya.

Firdaus Dewilmar menegaskan, hutan lindung yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan.

”Bila hutan mangrove rusak, maka air baku yang ada di daratan akan terkuras kelaut atau akan bercampur dengan air laut. Jika terjadi maka air minum kita akan mulai berkurang dan terkonta minasi dengan air laut. Sementra biota laut yang ada disekitarnya baik kepiting, ikan dan lain-lain akan hilang, sehingga sumber kehidupan nelayan, petani dan burung-burung disekitar magrove akan punah," jelas Firdaus Dewilmar.

Contoh wilayah yang mulai kelihatan Hutan Magrove, yang mulai rusak akibat berahli fungsi menjadi lahan tambak, diantaranya jalan menuju Pohuwato, Boalemo dan Gorut.

"Bila sudah berubah menjadi tambak, maka itu sudah merusak ekosistem dan itu pidana, karena malanggar UU kehutanan dan lingkungan hidup," tegas Kejati Firdaus Dewilmar.

Firdaus meminta masyarakat bisa bersama-sama Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri untuk menjaga kelestarian hutan Mangrove.

"Sehingganya, saya meminta pada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama Kejaksan Tinggi dan Kejari menjaga hutan magrove ini," tutup Firdaus Dewilmar.***