"Film Perempuan Penjaga Suami", Bupati Gorontalo dan Kejari Armen : Wajib Ditonton

"Film Perempuan Penjaga Suami", Bupati Gorontalo dan Kejari Armen : Wajib Ditonton

GOSULUT.ID - Walaupun sudah tayang selama 3 malam film pendek dengan judul ''Perempuan Penjaga Suami'' namun di malam puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2020. Film pendek ini kembali ditayangkan berlangsung di lantai 1 Menara Pakaya Tower. 

Film pendek yang mengambil seluruh latar belakang Gorontalo ini, di tonton langsung Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalimgo, Wakil Bupati Herman Walangadi, Kejari Armen Wijaya, dan undangan lainnya, Senin (22/12/2020).

Film berdurasi 30 menit yang diproduksi dalam daerah Kabupaten Gorontalo ini mengisahkan tentang peran aktif seorang istri (perempuan) yang menjadi penentu jabatan seorang suami dalam kariernya. 

Di temui usai pertunjukan film, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Armen Wijaya.SH.,MH menyampaikan, jika film ini merupakan suatu edukasi atau pembelajaran bagi setiap orang yang memiliki jabatan.

" Ya, film ini punya edukasi pembelajaran yang baik untuk ditonton. Godaan disetiap jabatan memang selalu ada di sekitar kita. Dan juga kita lihat sendiri dalam film ini, orang terdekat kita pun, yakni para istri punya peran penting untuk menjadikan suaminya baik atau buruk dalam amanah di setiap jabatan,"jelasnya.

" Ini merupakan peringatan bagi kita semua pemangku jabatan agar hati-hati dan selalu amanah dalam memangku jabatan,"tambah Armen Wijaya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo (NP) mengungkapkan, apresiasinya atas film ini, karena menurutnya walaupun film ini meski cukup singkat, 30 menit, namun pesan yang disampaikan cukup dalam. 

" Saya salut dengan film ini, sangat mendidik. Dan kita lihat bersama ada peran perempuan disitu khususnya kaum ibu. Maka kemungkinan ini kita akan minta ditonton oleh seluruh SKPD, khususnya kaum perempuan, agar benar-benar menjadi perempuan penjaga suami," ungkap NP.

Lebih lanjut, Nelson Pomalingo menerangkan bisa jadi pula ini ditonton hingga ditingkatkan Ibu-ibu PKK, dan jika melihat dari kegiatan malam ini masih ada beberapa SKPD yang tidak hadir, maka ini saya minta diputar lagi di kalangan SKPD.

 " Ya, film ini bagus. Menjadi bahan kita mewaspadai potensi korupsi yang terjadi dilingkungan sekitar kita," terang NP.***