Fanly Katili : David Jangan Sampe Post Power Syndrom

Fanly Katili : David Jangan Sampe Post Power Syndrom

Editor : Yance Harun

 

GoSulut.ID - Limboto - Perhelatan Pilkada Kabupaten Gorontalo sesungguhnya masih terbilang cukup lama. Bahkan Kepastian tahapan pilkada pun hari ini belum ditentukan akan dimulai tanggal dan bulan berapa. Meskipun memang hampir dipastikan tahapannya akan dimulai tahun ini.

Namun Para lawan politik Nelson Sdh mulai Grasak grusuk untuk memainkan peranannya agar supaya Nelson tdk maju dalam pertarungan Pilkada 2020.

”Padahal NP Sendiri belum menyatakan akan kembali bertarung atau-kah tidak dalam perhelatan pilkada Kabupaten Gorontalo 2020 Nanti. Karena memang hari ini NP masih Fokus pada pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai bupati Gorontalo Periode ini,” tegas Fanly Katili melalui WhatsApp redaksi www.gosulut.id (9/5).

Tapi keinginan sekolompok orang supaya NP tidak maju lagi dalam perhelatan pilkada 2020 sudah mulai terasa geliat-nya.

”Bahkan keinginan yang begitu sangat Bernafsu untuk mengganti Nelson Pomalingo, sebagai Bupati Periode berikut kini sudah mulai dihembuskan,”ucap Fanly Katili.

Hal ini sebuah Kekhawatiran yang Sangat berlebihan, malah sudah menjadi sebuah ketakutan yang amat sangat, bagi  lawan Politik Bupati Yang Bergelar Profesor ini.

”Cukup beralasan memang ketakutan tersebut, karena hari ini selain Figur Nelson Pomalingo sebagai Incumbent dan terterima, NP pun dibekali dengan modal kekuatan politik di dewan dengan mengantongi 7 Kursi di DPRD Kabupaten Gorontalo. Dan sebagai panglima Partai Pemenang di Kabupaten Gorontalo, Ini modal besar yang sangat menguntungkan bagi NP untuk melanggeng ke singasana Bupati 2 Periode Nanti,”ungkap Fanly Katili.

Namun meskipun semua modal dan potensi maju lagi di pilikada terbuka lebar, tapi  sampai hari ini Nelson Pomalingo tidak AMBISIUS menyatakan maju dalam pilikada.

”Anehnya, Nafsu ingin mengganti Nelson lah yang kini semakin gencarkan didengungkan. Mulai dari Ganti Bupati 2020, Sampai menciptakan Survei yang seolah olah NP dibawah rata rata, hingga hinaan dan Fitnah dengan Kalimat Munafik di alamatkan pada bupati yang notabene-nya sebagai sang Deklarator Provinsi Gorontalo ini,” kata Fanly Katili.

Seperti pernyataan seorang mantan bupati dua periode David Bobihoe Akib yang lagi firal di media Online melalui medsos, telah melahirkan berbagai tangapan.

”Telah menyatakan dirinya sebagai Lawan Politik N2P di pilikada, telah benar benar memposisikan diri sebagai musuh yang nyata.  Bahkan, sangat bernafsu menginginkan NP di ganti. Ibarat sedang terkena Gejala PATRENALISTIK, dimana suatu kondisi yang terjadi pada diri seseorang yang di ibaratkan begitu takut melihat sunami, namun belum pernah melihatnya. Begitulah Ilustrasi yang dapat di gambarkan pada Lawan Politik NP,” kata Fanly Katili.

Apalagi hari ini, David Bobihoe Akib sudah menyatakan perang dengan Nelson Pomalingo. Padahal secara Politik hampir tidak ada kekuatan yang bisa diandalkan Oleh David Bobihoe, selain modal kicauan yang selalu dihembuskan untuk mengganti Nelson sebagai bupati. Bahkan David Bobihoe hampir dipastikan bukan sebagai Kontestan dalam pilkada Kabupaten Gorontalo.

”Pada akhirnya sebagian orang menilai David Bobihoe kini Sedang berupaya melakukan CHARACTER ASSASSINATION pada Nelson Pomalingo. Padahal, jangankan dukungan, kenderaan partai politik-pun, DB hampir belum jelas akan berlabuh dimana sampai dengan hari ini,”jelas Fanly Katili.

Malah hari ini terang terangan menyebut, dalam kurun waktu 3 tahun lebih ini hampir tidak ada yang dilakukan oleh Nelson Pomalingo.

”Pertanyaan kemudian muncul, apakah yang sudah dilakukan David Bobihoe selama kepemimpinan-nya 10 Tahun Kemaren? Sedangkan sampai saat ini Gedung DPRD kabupaten Gorontalo yg dibangun Saat Pemerintahan David Bobihoe, hingga kini tak kunjung selesai, bahkan Rentan dengan adanya indikasi kerugian Negara sedang bergulir Di Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Sedangkan Nelson Pomalingo baru memimpin kabupaten Gorontalo selama kurang lebih 3 Tahun, sudah terlihat apa yang telah dilakukan untuk Rakyat Kabupaten Gorontalo,”tegas Fanly Katili.

Namun disisi lain, dengan bijak dan tenang Nelson Pomalingo menganggap apa yang dilakukan David Bobihoe Hari ini adalah sebuah hal yang Lumrah.

”Tapi menjawabnya dengan tetap fokus bekerja dalam menyelesaikan program kerja yang telah direncanakan,”ujar Fanly Katili.

Ada sebuah kekhawatiran, melihat dari kejadian pertama di Shoping Centre Limboto melalui Video yang sempat Viral, ucapan seorang mantan bupati dalam bahasa Gorontalo, ITO LALI BUPATI KARNA SAYA (anda jadi bupati karena Saya”David”,red). Dalam kejadian kedua, yang lagi firal pernyataan Kalimat Munafik di tujukan-kan DB pada Bupati Gorontalo NP melalui Media Online.

”Jangan sampai tindakan dan ucapan David Bobihoe Akib yang selama ini dilontarkan pada Bupati Nelson Pomalingo adalah suatu kondisi psikologi, dimana seseorang belum siap meninggalkan jabatan yang pernah diembannya, atau yang lebih dikenal dengan Post Power Syndrom,”ujar Fanly Katili.