EW Didampingi LBH Limboto Datangi Polres Gorontalo Kota Pertanyakan Proses Kasus HST dan VA

EW Didampingi LBH Limboto Datangi Polres Gorontalo Kota Pertanyakan Proses Kasus HST dan VA

GOSULUT.ID - Eka Wijaya (EW) kembali datangi Polres Gorontalo Kota yang langsung didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Limboto Susanto Kadir guna mengkorscek penanganan perkara nomor : STTLP/ 52/II/ 2021/ SPKT/RES-GTLO KOTA, dengan terlapor dalam Lidik HST dan VA, Senin (5/04/2021).

Seperti diketahui, kejadian itu terjadi pada Selasa (16/02/2021), dimana oknum Kadis Kominfo Kabupaten Gorontalo (Kabgor) HST alias Haris digrebek oleh Polisi di salah satu kamar Kos - kosan yang berada di Jalan K.H. Ahmad Zakariah Kota Gorontalo. Diduga sedang berduaan dengan salah satu staf PDAM Kabgor (VAS) alias Eby yang tidak lain adalah isteri sah Dari Eka Wijaya Ismail (Pelapor).

Direktur LBH LimbotoSusanto Kadir mengatakan, bahwa kedatangan kami hanya ingin mengetahui sudah sejauh mana prosesnya, sebab sejak  penggerebekan, sampai saat ini belum diketahui perkembangannya.

“Alhamdulillah tadi kita ketemu pak KBO langsung bersama penyidik yang menangani perkara itu,” kata Susanto.

“Informasi yang kita peroleh, bahwa proses ini masih terus berjalan, tidak ada kata berhenti,” ucap Susanto.

Susanto menambahkan dari penjelasan yang dikemukakan oleh KBO dan penyidik Polres Gorontalo Kota, saat ini pihak Polres telah melakukan tindak lanjut dengan memintai keterangan kepada para saksi.

“Dari penjelasan dan penyampaian pak KBO maupun penyidik terkait penangananya pasca dilaporkan, mereka sudah melakukan tindak lanjut dengan meminta keterangan dari pak Eka, dan keterangan beberapa saksi, baik saksi-saksi yang ikut dengan pak Eka pada saat penggerebekan. Bahkan saksi saksi yang ada di tetangga kamar kost (Lokasi Kejadian). Hasil dari pemeriksaan, pengambilan keterangan itu penyidik telah melakukan gelar perkara, untuk menentukan apakah ini bisa lanjut pada penyidikan atau tidak. Kemudian apakah ada peristiwa pidana atau tidak, nah itu penyampaian pak KBO. Dalam kasus tersebut penyidiknya belum menemukan peristiwa pidana, nah ketika saya tanyakan langkah selanjutnya apa? Mereka menjawab, akan meminta bantuan dengan keterangan dari ahli dari Universitas Samratulangi Manado,” tambah Susanto.

Dalam wawancara itu Susanto meminta agar dalam penyelesaian perkara pihak penyidik, dan Polres Gorontalo Kota tetap menjalankan prosedural, tanpa ada tendensius dari pihak manapun.

“Tentu kami sebagai kuasa hukum sangat bersyukur mendengar akan hal itu, nah karena ini melibatkan pejabat publik dalam tanda kutif Kadis Kominfo Kabupaten Gorontalo dengan inisial (HST) tentu penyidik dalam melaksanakan proses ini kami minta supaya melakukan ini secara profesional, normatif, independen tanpa pandang bulu,” Jelas Santo.

Sementara itu, Eka Wijaya Ismail yang merupakan suami (VAS) alias Eby meminta agar masyarakat Gorontalo, khususnya masyarakat Kabupaten Gorontalo untuk tidak mempercayai isu-isu yang berkembang diluar terkait isu berhentinya laporan di Polres Gorontalo Kota. Bahkan Eka meminta kepada Bupati Gorontalo untuk tegas terhadap dugaan oknum pejabat amoral di Kabupaten Gorontalo

“Saya berharap untuk pejabat publik tersebut secepatnya dinon jobkan oleh bapak Bupati Gorontalo, seperti halnya isteri saya telah telah diberhentikan dari tempat kerjanya di PDAM Kabupaten Gorontalo,” pungkas Eka.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Gorontalo Kota belum memberikan keterangan resminya.***