EKRAF Tunjang Penurunan Kemisikinan Dan Penganguran Di Kabupaten Gorontalo

EKRAF Tunjang Penurunan Kemisikinan Dan Penganguran Di Kabupaten Gorontalo

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

Editor : Yance Harun - Ifan Ceper

 

 

 

GoSulut.Id –Limboto - Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo menghadiri, membuka sekaligus menjadi Keynote Speaker pada Kegiatan Forum Silaturahmi Ekonomi Kreatif Tripartit antara Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif (EKRAF) dan Pemerintah Daerah, Kemenkumham, Kemenag, Perbankan dan Pengusaha Ritel.

Melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporpar), kegiatan tersebut diselenggarakan di Resto Pentadio Resort, Selasa (02/04/19).

Kepala Disporpar Yusran Lapananda dalam laporannya mengatakan, bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari visi-misi bupati yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021.

Dimana, dalam RPJMD Pemerintah Kabupaten Gorontalo tahun anggaran 2016-2021 meliputi tiga program yang menjadi priotitas, salah satunya Pembangunan Ekonomi Kreatif.

”Tiga tahun telah berlalu, hal ini ditindaklanjuti dengan terbentuknya organisasi baru pada Disporpar. Untuk itu, dua tahun lagi kita kejar amanat pada RPJMD ini. Dan sejauh ini, dari hasil bidang Ekraf, telah melakukan penataan. Berikut terkait jumlah pelaku ekraf saat ini di Kabupaten Gorontalo ada 41,” ungkap Kepala Disporpar, Yusran Lapananda.

Sementara itu, Bupati Nelson Pomalingo yang ditemui usai kegiatan mengaku bangga atas terselenggaranya kegiatan di bidang Ekraf ini. Dirinya menilai, UKM maupun Ekraf di Kabupaten Gorontalo terus berkembang.

“Mengapa demikian, dalam RPJMD kita terdapat program unggulan di bidang ekonomi,pertanian terpadu dan ekonomi kreatif,” kata Bupati Nelson Pomalingo.

Dengan adanya Ekraf ini, maka percepatan ekonomi akan lebih cepat disbanding kegiatan ekonomi lainnya, sehingga ini menurutnya akan menurunkan kemiskinan dan pengangguran.

“Tapi yang lebih menarik lagi, melalui Ekraf ini, rakyat kita jadi lebih giat, sebab pikirannya terus berinovasi untuk membuat produk-produk yang lebih baik. Bahkan sampai dengan pemasarannya dipikirkan sendiri, maka disinilah peran pemerintah bagaimana membimbing, ataupun memfasilitasi permodalan, legalitas dan sebagainya,”jelas Nelson Pomalingo.

Disinggung terkait ketersediaan anggaran untuk pembangunan Ekraf, Bupati Nelson Pomaliingo mengakui, bahwa anggaran yang dimiliki saat ini masih terbatas. Akan tetapi dengan terbentuknya organisasi baru di Bidang Ekraf yang ada pada Disporpar, maka tidak menutup kemungkinan anggaran yang diperuntukan bagi Ekraf akan ditambah.

”Memang anggaran untuk Ekraf masih terbatas, untuk itu kita sudah membentuk bidang ekraf dan Alhamdulillah, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, telah merancang program mereka dan akan kita perbanyak lagi melalui perubahan. Dan paling penting diupayakan adalah CSR, terutama CSR dari bank sulutgo, termasuk dari perusahan-perusahan retail,” ucap Bupati Nelson Pomalingo.***