Dugaan Tindak Pidana Pemilu Melibatkan Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Terus Berproses Di Kepolisian

Dugaan Tindak Pidana Pemilu Melibatkan Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Terus Berproses Di Kepolisian

Laporan Wartawan  : Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

GoSulut.ID - Limboto - Kasus pelanggaran tindak pidana pemilu yang terjadi di Desa Sidomuliyo Kecamatan Boliyohuto, di duga melibatkan salah satu oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo inisial SK alias Aya Dau, saat ini dalam tahap penyelidikan oleh Kepolisian yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu.

Saudara SK alias Aya Daud Diduga melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu Pasal 523 ayat 2 UU Nomor 7 tahun 2017, tentang Pemilihan Umum yakni menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya pada masa tenang.

Saat di temui Satreskim Polres Gorontalo, Muhammad Kukuh Islami, S.I.K,  menyampaikan, hingga saat ini terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pelanggaran Tindak Pidana Pemilu di Desa Sidomuliyo Kecamatan Boliyohuto, yang diduga melibatkan salah satu anggota legislator Kabupaten Gorontalo dengan inisial SK alias Aya Daud dari Partai Amat Nasional (PAN).

”Pemeriksaan terhadap SK, saat ini baru sebatas saksi ditambah 11 orang  saksi lainnya, termasuk Ketua Komisi Penyelenggaraan Pemilihan Umum (KPU) yang menjadi saksi dalam Kasus Dugaan tindak pidana pemilu ini,” kata Muhammad Kukuh Islami, S.I.K,  

Demi kepentingan penyidikan, kami juga memintakan pendapat terhadap dua orang ahli untuk membantu petugas menyelesaikan masalah ini.

”Namun hingga saat ini, pemeriksaan yang dilakukan telah memamasuki hari ke 10 untuk proses penyidikan, sedangkan batas waktu sampai dengan tanggal 12 juni 2019,”Sambungnya.

Menurut Muhammad kukuh islami, S.I.K , total waktu pemeriksaan 14 hari atau hanya selama dua minggu, waktu itu juga sekaligus penentuan apakah akan dilanjutkan atau di hentikan.***