Dugaan Money Politik Di Malam PSU Isimu Raya Melibatkan Dua Kader Partai Berbeda

Dugaan Money Politik Di Malam PSU Isimu Raya Melibatkan Dua Kader Partai Berbeda

Liputan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun 

 

 

 

 

GoSulut.Id -Limboto - Siang tadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo melakukan Konferensi Pers terkait dugaan pelanggaran money politik yang terjadi pada malam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), sabtu (27/04)di Desa Isimu Raya Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo.

Dugaan Pelanggaran Money Politik ini dibilang cukup berbeda dari biasanya, karena Dugaan money politik ini dilakukan oleh salah satu kader partai yang juga oknum anggota DPRD Inisial SH, untuk memenangkan kader partai lain yang juga calon anggota DPR-RI Inisial LY pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) kemarin di TPS 2.

 Aliran dana money politik ini diduga berasal dari salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Inisial SH dari partai berlambangkan Banteng, yang di berikan ke salah satu anggota masyarakat Inisial SD, untuk memenangkan oknum Caleg DPR-RI Inisial LY dari partai Nasdem di PSU kemarin di kecamatan Tibawa, ungkap Koordinator Divisi Pencegahan, dan Hubungan antar lembaga Alexander Kaaba, ST di hadapan awak media.

Bahkan saat ini, sentra Gakumdu sudah melakukan pembahasan, terkait temuan dugaan pelanggaran money politik di malam PSU.

"Tadi sekitar jam 11 siang, kami menggelar pembahasan pertama dengan Sentra Gakumdu, dalam rangka membahas temuan pengawas pemilu pada hari Pemungutan suara ulang di TPS 2 Desa Isimu Raya Kecamatan Tibawa, terkait perbuatan pemberian uang yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD yang berinisial SH. Guna memenangkan calon anggota legislatif DPR-RI dengan Inisial LY dengan melibatkan anggota masyarakat yang berinisial SD Warga masyarakat Desa Isimu Raya," tutur Alexander Kaabah

Kejadian  tersebut, ketika Sentra Gakumdu sementara patroli pengawasan langsung. Maka langsung melakukan investigasi ke lokasi kejadian. Di temukan barang bukti berupa uang saat pengembangan kasus, sebesar 1.950.000 (satu juta sembilan ratus lima puluh) yang belum dibagikan, dari dana 5.000.000 (Lima Juta) untuk dibagi habis. Dan tambahan 150 Ribu di dapatkan dari masyarakat penerima uang yang sudah diserahkan oleh saudara yang berinisial SD ," ungkap Alexander Kaabah.

Alexander juga menyampaikan bahwa Sentra Gakumdu sudah bersepakat akan menindaklanjuti kasus dugaan money politik ini.

"Maka terhadap temuan ini sesuai dengan nomor register temuan Nomor 21/TM/PL/Bawaslu.Kabupaten Gorontalo/29.04 IV 2019, kami Sentra Gakumdu Kepolisian dan Kejaksaan serta Bawaslu bersepakat. Melakukan penyelidikan selama 14 hari terhadap temuan dengan pelanggaran money politik sangkaan pasal terhadap temuan ini adalah pasal 523 ayat 3 undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, setiap orang yang dengan sengaja pada hari Pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya pada pemilu untuk tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih peserta pemilu tertentu di pidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga tahun) dengan denda paling banyak 36 (tiga enam) juta, " tegas Alexander

Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo ini juga mengungkapkan, bahwa kasus ini dibilang cukup menarik.

" Satu hal yang menarik dalam pengungkapan kasus ini adalah keterlibatan dua kader partai yang berbeda antara Oknum anggota DPRD Inisial SH dan Caleg DPR-RI inisial LY ". Tutup Alexander Kaabah.***