Dua Aktivis Datangi Polres Gorontalo Mempertanyakan Sejauh Mana Penanganan Kasus Korupsi Yang Diduga Melibatkan Pejabat Eksekutif Dan Legislatif

Dua Aktivis Datangi Polres Gorontalo Mempertanyakan Sejauh Mana Penanganan Kasus Korupsi Yang Diduga Melibatkan Pejabat Eksekutif Dan Legislatif

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim

Mnunu Tangguda

 

 

 

 

www.gosulut.id - Limboto - Dua aktivis Gorontalo yakni Paris Djafar dan Jepri Polinggapo, datangi Polres Gorontalo, guna mempertanyakan kasus-kasus besar yang sementara di tangani Polres Gorontalo,  yang diduga melibatkan pejabat tinggi Gorontalo, menurut mereka belum ada perkembangannya.

Kedatangan para Aktivis ini, langsung di terima Kasat Reskrim Polres Gorontalo di ruang kerjanya, selasa (27/8).

Di temui usai pertemuan itu, salah satu Aktivis Pemerhati Korupsi, Faris Djafar mengungkapkan pertemuan itu selain ajang silaturahmi juga mempertanyakan beberapa kasus korupsi yang sementara di tangani Polres Gorontalo.

" Silahturahmi ini sebuah ajang kepedulian kami mengenai Supremasi Hukum serta control, demi terlaksananya keadilan hukum kepada masyarakat, " ungkap Faris Jafar.

Dirinya meminta pada pihak Polres Gorontalo untuk segera menyelesaikan kasus-kasus yang ada, terutama kasus korupsi.

" Pandangan nomratif saya dengan melihat fenomena masalah-masalah yang masuk dipolres Gorontalo seperti kasus yang dilaporkan oleh Gubernur Provinsi Gorontalo itu sangat cepat, sedangkan masalah lain yang juga kami pernah laporkan dan punya data untuk itu belum juga ada progresnya, sehingganya dengan ini kita tetap mengawal penegakan supremasi di Polres Gorontalo ". Tegas Faris

Lewat pertemuan itu, menurut Faris pihaknya juga melaporkan kembali beberapa kasus yang besar lainnya, yang diduga melibatkan pejabat Eksekutif maupun Legislatif.

" Selain itu juga kita mempertanyakan kasus-kasus yang korupsi yang mandek serta melaporkan ulang kasus tersebut, dan membawa kasus besar lainya ". Tuturnya

Di tempat yang sama, Jepri Polinggapo yang di ketahui sebagai mantan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gorontalo itu menambahkan 

" Kami masih percaya dengan supremasai hukum di Polres Gorontalo untuk itu kami datang untuk menjalankan fungsi control sebagai langkah persuasif terkait laporan-laporan  yang kami kasih baik itu laporan lama yang dilaporkan oleh masyarakat dan beberapa LSM serta laporan baru, kita akan kawal perkembanganya ". Tambah Jepri Alumnus Fakultas Sosial Politik itu.

Jefri, berharap pada pihak Polres Gorontalo melalui Reskrim untuk segera menyelesaikan dugaan korupsi yang sudah ada hasil audit.

"  Saya berharap tidak ada alasan lama prosesnya karna data-data yang kita kasih itu hasil audit lembaga negara yang di beri kepercayaan dalam undang-undang. Maka tolong dipercepat juga kasusnya biar ada rasa keadilan ". Harap Jefri

Terakhir, Jefri tegaskan kedatangan mereka untuk mengapresiasi penyelesaian kasus korupsi, juga meminta Polres Gorontalo untuk segera mengungkap dalang dibalik kasus korupsi yang dilaporkannya tersebut.

" Kedatangan kami ini untuk meberi apresiasi penyelesaian kasus Tindak pidana korupsi yang kami laporkan sebelumnya. Maupun yang kami baru berikan, sesuai data-datanya sudah jelas, maka secepatnya di proses. Maka melalui pertemuan kami tegaskan jangan sampai Polres Gorontalo, jangan berani pada kasus tindak pidana ringan, tapi tak berani ungkap kasus-kasus besar yang diduga libatkan pejabat korup di bumi serambi madinah ini," tegas Jefri Polingapo.

Dengan dilansir berita ini belum ada jawaban dari Kasat Reskrim, Muhammad Kukuh Islami saat di konfirmasi oleh wartawan Gorontalo Sulut News (www.gosulut.id).***