Dr. Fory Naway : Paguyuban Orang Salah Satu Kunci Pendidikan Anak 

Dr. Fory Naway : Paguyuban Orang Salah Satu Kunci Pendidikan Anak 

Liputan Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

GOSULUT.ID - Limboto - Bunda pendidikan anak usia dini (PAUD) Kabupaten Gorontalo Dr. Fory Naway mengatakan, peranan orang tua dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Meskipun hanya beberapa waktu saja orang tua terlibat di sekolah.

”Salah satu peranan orang tua tersebut adalah melalui kegiatan paguyuban orang tua. Paguyuban orang tua sebagai wadah informasi dalam berkomunikasi antar orang tua dan dengan guru/pihak sekolah,” Kata Dr. Fory Naway ditemui usai memberikan sambutan pada kegiatan rapat koordinasi Kelompok kerja ( Pokja) Pendidikan Keluarga, di aula kantor dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo, Selasa (09/10).

Seperti diketahui, rapat koordinasi itu turut dihadiri Plt. Kadis dikbud Dr. Abdul Waris, M.Pd, kepala bidang PAUD dan pesertanya adalah dari unsur Kepala kepala tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Adanya paguyuban orang tua, menurut Fory Naway, manfaatnya sangat besar bagi sekolah dalam memajukan pendidikan anak. Dan menjadi media penting mendapatkan informasi tentang anak.

”Paguyuban menjadi media untuk meyampaikan problema anak pada guru/pihak sekolah. Juga sebagai media terdekat dan silaturahim bagi orang tua siswa,”Sambungnya.

 

Menurut ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Fory Naway, kedepan seluruh stoke holder pendidikan, termasuk staf dewan guru, disitu ada kepala sekolah dan komite harus bermitra erat.

”Karena memang, dirinya menegaskan, sekolah itu bisa bagus, bisa berkualitas kalau keduanya berkonsentrasi dan berkontribusi membangun dunia pendidikan terhadap anak,”kata Fory Naway.

Menjaga kualitas semestinya ditopang dengan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kurikulum yang ada. Kemudian, diharapkan  pihak sekolah dan paguyuban harus punya inovasi.

”Inovasi itu tentunya gerakan dari komite sebagai paguyuban orang tua, yang menselaraskan program sekolah. Tidak boleh berdiri sendiri sebatas hanya memberikan fasilitas. Tapi inovasi sangat erat kaitannya dengan bagaimana anak didik itu lebih berkualitas, bisa berkompetisi dengan sekolah lain,”ungkap Fory Naway.

Plt. Kepala Dinas Dikbud, Abdul Waris menambahkan, sekolah yang sudah menerapkan pendidikan keluarga, itu salah satu ada paguyuban atau huyula.

Ia mengatakan, huyula orang tua itu per kelas, misalnya kalau di tingkat SMP ada huyula kelas 7, huyula kelas 8 dan huyula kelas 9.

Apa fungsi huyula itu ? dia menjelaskan, sebagai media informasi orang tua dan guru dalam rangka memberikan pendidikan di anak, kondisi anak-anak mereka di sekolah dan sebagainya.

"Sehingga setiap sekolah yang sudah ada Pendidikan Keluarga, berarti sudah ada media komunikasi. Sebut saja WA Grup paguyuban atau huyula dengan walikelas mereka. Kemudian, fungsi bersama dengan sekolah untuk meningkatkan sarana dan prasarana sekolah. Jadi, orang tua melalui permen dikbud 75 tahun 2017, diperkenangkan memberikan bantuan untuk sekolah. Bukan berarti seluruh gratis. Kalau itu dilakukan yang penting memenuhi 3 syarat. Satu tidak menentukan jumlah (Kalau dalam bentuk uang tidak ditentukan jumlah uang), tidak ada batas kapan dikumpul dan tidak ada sanksi bagi anak dan orang tua kalau tidak memberi,” Jelas Abdul Waris.

Karena itu, harapan dari terbentuknya huyula ini, adalah intinya orang tua berpartisipasi terhadap pembangunan pendidikan terutama bagi anak- anak mereka dan anak-anak kita semua.

Kaitannya Pendidikan Keluarga dan Paguyuban menurut abdul waris, dari sisi mata pelajaran masuk pada pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan dan itu dalam hal pembentukan karakter anak-anak.

" Kenapa,  waktu anak-anak disekolah itu hanya dua hingga tujuh jam, tetapi sisanya paling banyak ada di keluarga atau masyarakat. Dengan orang tua memahami pendidikan keluarga, orang tua diharapkan berpartisipasi aktif dalam mendidik anaknya ketika mereka di keluarga dan dimasyarakat,” tegas Plt.Kadis Pendidikan.***