DPRD Khawatir Pekerjaan Gedung Farmasi Bakal Tak Selesai

DPRD Khawatir Pekerjaan Gedung Farmasi Bakal Tak Selesai

Laporan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

 

 

GoSulut.ID - Limboto - Setelah melakukan kunjungan Lapangan kemarin. Pihak DPRD Kabupaten Gorontalo, khawatir jika pembangunan gedung farmasi milik Dinas Kesehatan bakal tak capai target dalam waktu pelaksanaan-nya.

Pasalnya saat komisi III DPRD, melakukan sidak dilokasi pembangunan, toko menara samping Dinas Kesehatan, belum angkat kaki dari tempat itu.

Padahal bahan material, hingga papan proyek sudah ada dilokasi tersebut.

Pihak pengontrak (toko menara-red) berdalih masih Butuh waktu untuk memindahkan barang-barangnya, meski memang ijin perpanjangan kontrak bangunan itu sudah tidak diperpanjang lagi.

Menanggapi kejadian ini, pihak wakil rakyat, seperti Syam T Ase, Asni U Menu dan Guntur Thalib menyayangkan, masih terbengkalai pelaksanaan pekerjaan tersebut.

”Ada semacam komunikasi yang tidak terbangun begitu intens, antara pengontrak dengan pihak dinas atau bidang yang mengurusnya,” ucap Guntur Thalib.

Aleg Hanura mempertanyakan kesigapan bagian Aset Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gorontalo dalam menangani permaslahan seperti ini, mengingat perencanaan pembangunan farmasi ini sudah jelas dan seharusnya sudah mulai dikerjakan.

”Seharusnya ini sudah steril. Bukan lagi masih begini keadaannya. Kasihan Juga kalau kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan waktu yang sudah ditentukan. Lantas Siapa yang tanggung jawab. Padahal saat saat sekarang ini, kontraktor sudah action," kata Guntur Thalib.

Apalagi kontruksi bangunan ini dua lantai. Maka kami sanksi jika ini selesai tepat waktu.

Menanggapi hal ini, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengatakan, pemerintah telah mengingatkan pada pengontrak, bahwa akan ada pembangunan dan itu disampaikan sejak tahun kemarin. Sementara kontrak mereka sudah tidak perpanjang lagi.

”Bahkan, sudah dua kali kami menyurati dan yang terakhir pada minggu kemarin telah terjadi kesepakatan. Tempat pemindahan jelas sudah ada, bahkan pemerintah membantu menfasilitasi pemindahan barang mereka,” tegas Bupati Nelson Pomalingo.***