Dokter Spesialis RS. MM Dunda Harus Bertambah

Dokter Spesialis RS. MM Dunda Harus Bertambah

Liputan Wartawan : Alwin Ibrahim
Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

 

 

 

GoSulut.ID - Limboto - Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus berupaya dalam memaksimalkan unit Pelayanan Kesehatan yang ada di Rumah Sakit MM.Dunda Limboto.

Kenyataannya, Jauh-jauh hari sebelum  Kemenkes RI mengeluarkan surat soal penyesuian kelas Rumah Sakit hasil review di seluruh wilayah Indonesia, hasil Reviu kelas Rumah Sakit nomor : HK.04.01/I/2963/2019 tertanggal 15 Juli 2019 baru baru ini. 

Pihak Dikes maupun RS MM. Dunda, saat ini sementara mendatangkan tenaga tenaga kesehatan yang professional di bidangnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Roni Sampir saat di Konfirmasi, membenarkan adanya hasil review Kemenkes RI tersebut, sesuai KMK No. 373 tahun 2019 serta kredensial dari BPJS,  di SDM dokter spesialis harus lebih 75 persen.

"Sub spesialis harusnya dua orang dokter, di kita tidak ada. Radiologi dan laboratorium mestinya 2 orang dokter, namun kita hanya memiliki 1 orang dokter ,"kata Roni Sampir.

Namun pihak RS. MM Dunda masih punya waktu 28 hari untuk melakukan sanggahan revisi.

“ Terkait tentang hal itu, Dinas Kesehatan Provinsi dan organisasi RS terkait akan memverifikasi kembali kelas RS berdasarkan sanggahan tersebut, baru nanti dalam jangka waktu 6 bulan akan ada finalisasi kembali,"Sambungnya.

Roni Sampir mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan upaya-upaya terkait dgn pemenuhan dokter specialis dengan memberikan izin belajar, hingga  membiyayai pendidikan.

" Upaya ini sudah dilakukan sejak tahun 2015. Dan dipastikan tahun ini ada yg akan lulus,"Tambahnya.

Roni Sampir menjelaskan, bukan hanya itu, upaya lain pemerintah kabupaten juga akan mendatangkan dokter specialis dari daerah lain untuk memenuhi jumlah Dokter Spesialis di RSU MM. Dunda.

"Nantinya dalam pemenuhan dokter specialis itu, pemerintah khususnya dinas terkait yang ada, melakukan kerja sama dengan Universitas Air Langga Surabaya, Universitas Hasanudin dan Universitas Samratulangi Manado demi kebutuhan tenaga- tenaga spesialis kesehatan," urai Roni Sampir.***