Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo Maksimalkan Vaksinasi Rabies, Femmy Wati Umar : Kami Harap Ada Kerjasama Masyarakat

Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo Maksimalkan Vaksinasi Rabies, Femmy Wati Umar : Kami Harap Ada Kerjasama Masyarakat

GOSULUT.ID - KOTA LIMBOTO - Saat ini jajaran Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo seriusi penanganan vaksinasi terhadap seluruh anjing yang jangan sampai terpapar wabah rabies.

Seperti di sampaikan Kepala Dinas Peternakan Ir. Femmy Wati Umar, M.Sc bahwa saat ini pihaknya walaupun dengan keterbatasan anggaran tetap mengupayakan adanya vaksinasi terhadap seluruh anjing yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo.

" Di dinas peternakan walaupun sedikit belanjanya kita tetap mengupayakan ini, kan di mana-mana tergantung belanjanya, jadi kalau banyak kita cuma-cuma karena ini kan gratis ndak dibayarkan. Beda kalau pelayanan yang ada pembebanan biaya mungkin kita sedia obat dapat uang beli lagi, ini kan tidak, setahun penuh kita pelayanan reguler jadi semua lokasi di kantong-kantong yang populasi jumlah anjingnya banyak kita masuk melakukan vaksinasi hanya kendala di sini anjing ini kan dipelihara ada tuannya tetapi konteks biasanya terlepas karena anjing ini dipelihara untuk menjaga ladang jadi otomatis bukan di rumah, karena kita kan mayoritas muslim jadi anjing ini dipelihara untuk mengusir babi hutan atau sebagainya sehingga anjing ini di pelihara di kawasan perkebunan untuk meminimalisir terjadinya pengrusakan oleh babi hutan terhadap tanaman ". jelas Femmy saat di konfirmasi. Kamis, 09/01/2020

Selanjutnya, kata Kepala Dinas yang diketahui alumnus Himpunan Mahasiswa Islam ini, memaparkan kendala yang sering terjadi di lapangan untuk melakukan vaksin biasanya anjing-anjing itu belum di amankan.

" Jadi ada kalanya begitu kami datang kunjungan untuk melakukan vaksin anjing-anjing ini belum dikurung, sehingga agak kesulitan juga melakukan vaksin. Namun sacara rutin di seluruh lokasi yang banyak populasi anjing, apalagi kalau hanya seputaran Limboto ini sudah sering kita lakukan vaksin," papar Femmy.

Namun ada juga kata Femmy yang sesuai permintaan masyarakat ke dinas untuk dilakukan vaksinasi, sehingga seluruh tim yang sudah memiliki keahlian khusus akan turun langsung.

" Biasanya kalau ada permintaan, para aparat dan tenaga medis yang berpengalaman dan dokternya, " Ungkapnya

Lebih lanjut, Femmy menerangkan secara SOP setelah terjadi gigitan dari anjing akan ada jangka waktu untuk memastikan apakah anjing itu positif rabies atau tidak.

" Langkahnya pertama secara SOP kalau anjing sudah menggigit kita masih menunggu 21 hari kalau dua puluh satu hari anjing itu mati berarti anjing itu positif rabies, makanya tidak boleh anjing itu langsung di bunuh, jika dibunuh kita tidak akan tau apakah ini rabies atau tidak, begitu SOP-nya. 

Femmy, berharap pada seluruh warga masyarakat Kabupaten Gorontalo agar bisa bekerja sama dengan Dinas Peternakan untuk dilakukan vaksinasi terhadap peliharaanya.

" Kami berharap bagi masyarakat kalau dari dinas peternakan melakukan vaksinasi mungkin bisa bekerja sama jadi membawa anjingnya," harap Femmy

Terakhir, Femmy mengungkapkan bahwa saat ini para pemilik peliharaan anjing itu sudah ada nama dan datanya di Dinas Peternakan.

"Nama dan datanya sudah ada di dinas, jadi secara rutin akan dilakukan vaksinasi.Dan kadang ada permintaan sendiri selain yang reguler tadi,"ujar Femmy.***