Diisukan Terpapar Covid-19, Anggota DPRD Djekmon Amisi : Saya Akan Pidanakan Penyebar Isu

Diisukan Terpapar Covid-19, Anggota DPRD Djekmon Amisi : Saya Akan Pidanakan Penyebar Isu

Wakil Ketua DPRD Kab. Kepl. Talaud dari Partai Berkarya, Djekmon Amisi. SH

Peliput : Frendy Sapoh

GOSULUT TALAUD - Sempat menjadi pembicaraan hangat karena diisukan terpapar Corona Virus Disease - 19 ( Covid-19), Wakil Ketua DPRD Kabupaten  Kepulauan Talaud, Djekmon Amisi. SH berniat menyeret siapapun aktor dibalik isu tersebut. Dia menilai isu itu sangat bernuansa politis, dan sengaja dihembuskan oleh oknum tertentu, sehingga dirinya menegaskan akan mengambil sikap tegas terhadap oknum yang menyebarkan isu tidak benar terkait dirinya terpapar virus corona.

"Saya tegaskan, saya akan mengambil sikap tegas terhadap oknum atau orang-orang yang menyebarkan berita Hoax bahwa saya positive corona. Saya dan keluarga akan mempidanakan oknum-oknum tersebut," tegas Djekmon Amisi, di Melonguane, Senin (23/06/2020)

Isu terkait Djekmon Amisi terpapar virus corona itu mulai menyebar pasca dirinya menjalani pemeriksaan cepat atau rapid test pada 9 Juni. Test cepat itu ia lakukan sekembalinya dari Kecamatan Khusus Miangas dalam rangka mendampingi Kapolda Sulut dan Danlantamal VIII yang menggelar bakti sosial di Desa Miangas, sekaligus bersama Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut serta Forkopimda Talaud dalam kunjungan kerja di Kecamatan Miangas dan Kecamatan Nanusa.

Tanpa pengumuman resmi dari Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemkab Talaud, beredar kabar bahwa hasil test cepat Djekmon Amisi adalah reaktif. Informasi itu pun langsung menyebar cepat, baik di parlemen, maupun di kalangan masyarakat, bahkan hingga ke sejumlah desa di Pulau Kabaruan, tempat asalnya.

Padahal menurutnya, berdasarkan hasil konfirmasinya dengan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemkab Talaud dr. Kerry D. Monangin, hasil test cepat bukan untuk membuktikan seseorang positif atau negatif virus corona.

"Hasil rapid test, dijelaskan oleh Kadis Kesehatan, bukan sebagai diaknosa positif corona, sehingga menurut Kadis Kesehatan dalam penjelasan kepada saya di WhatsApp bahwa perlu dilakukan sosialisasi fungsi rapid test," pungkasnya.

Djekmon Amisi mempertanyakan alasan hanya hasil test cepatnya saja yang disebarkan ke publik. Padahal sesuai informasi yang dia peroleh, dari sekira 200-an orang yang dirapid test saat itu, ada 69 orang yang hasil rapid testnya reaktif.

"Bukankah ini jelas sangat bernuasa politis?" tanya Djekmon. "Dan ini juga jadi catatan penting untuk Dinas Kesehatan agar terbuka dan transparan. Saya meminta kepada Dinas Kesehatan agar terbuka dan transparan terhadan 69 orang yang reaktif sesuai hasil rapid test, termasuk berapa orang pejabat yang reaktif," tandasnya.

Lebih lanjut, Djekmon Amisi menyatakan, ia telah menjalani masa karantina selama 14 hari di rumahnya" dan selama masa itu, ia dalam keadaan sehat dan fit tidak ada gejala apapun".

"Sedangkan menurut WHO, jika seseorang tertular dengan Covid 19, maka hari ke-2 sampai ke-5 menunjukan gejala, hari ke-7 menunjukan gejala sedang dan hari ke-9 menunjukan gejala berat, tapi Djekmon Amisi sampai dengan hari ke-14 tidak pernah menunjukan gejala apapun tentang Covid-19," imbuhnya.

Akhirnya, sehubungan dengan berakhirnya masa karantinanya pada Senin (22/6) 2020, hari ini, Djekmon menyatakan, terhitung mulai Selasa (23/6) 2020 esok, dirinya akan kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Dalam rangka mencegah penularan Covid-19, maka saya telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai anjuran pemerintah dan WHO. 14 hari itu berakhir hari ini, sehingga mulai esok saya akan melakukan aktivitas sesuai aturan New Normal, yakni dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta beberapa imbauan pemerintah dan WHO lainnya," ungkap Djekmon.

Sekadar diketahui, dari informasi yang berhasil diperoleh bahwa 69 orang yang telah melakukan test cepat dan hasil testnya reaktif tersebut mencakup sejumlah pegawai di Dinas Kesehatan Pemkab Talaud, sejumlah personil Kodim 1312/Talaud dan Polres Talaud, bahkan beberapa pengawal pribadi Bupati Talaud.