Di Hari Kemerdekaan Gorontalo The Presnas Gelar Pertemuan

Di Hari Kemerdekaan Gorontalo The Presnas Gelar Pertemuan

Laporan Wartawan www.gosulut.id, Maman Ntoma

 

 

GoSulut.Id - Limboto- Dalam rangka memperingati Hari Patriotik 23 Januari yang ke-77, The Presnas Centre (TPC) menggelar pertemuan di Lapangan 23 Januari Kecamatan Telaga, Rabu (23/1/19).

Diketahui TPC merupakan sebuah organisasi para Pejuang Pembentukan Provinsi Gorontalo yang saat ini dinahkodai oleh Prof. Nelson Pomalingo yang juga selaku Bupati Gorontalo.

“Bagi kita 23 Januari punya kenangan tersendiri. Dimana pada tanggal 23 Januari tahun 2000 kita mendeklarasikan kemerdekaan Provinsi Gorontalo,” tutur Nelson saat memberikan sambutan pada pertemuan tersebut.

Pada kesempatan itu, ia menjelaskan ada tiga pilar pembentukan Provinsi Gorontalo, yakni Presnas, KP3R, dan P4DTR. Dimana ketiga pilar inilah yang menjadi bagian dari pantia lokal, panitia pusat dan panitia nasional dalam pembentukan proklamasi Provinsi Gorontalo. “Itulah yang mengakibatkan pembentukan Provinsi agak cepat karena adanya kolaborasi dari tiga sisi ini,” imbuh Nelson.

Lanjutnya, tak hanya kolaborasi tiga sisi akan tetapi kolaborasi yang paling berpengaruh dalam pembentukan Provinsi Gorontalo adalah partisipasi masyarakat.  “Karena memang pemerintah saat itu tidak menyiapkan dana. Ini semua benar-benar berdasarkan inisiatif masyarakat termasuk bantuan para guru,” ungkapnya.

Seperti yang telah dijelaskan Bupati Nelson sebelumnya pada upacara Peringatan Hari Patriotik di Halaman Kantor Bupati Gorontalo, bahwa ada tiga tujuan mengapa Provinsi Gorontalo dibentuk.  “Tujuan Provinsi Gorontalo dibentuk karena yang pertama untuk membangun kesejahteraan, kedua memudahkan pelayanan, dan ketiga untuk mengembangkan jati diri kita sebagai masyarakat lokal,” urai Nelson. 

Nelson Pomalingo mengakui bahwa, para pejuang kemerdekaan memang tidak menuntut jabatan, akan tetapi para pejuang berharap agar sejarah dan semangatnya terus dilanjutkan, dikembangkan dan didorong untuk membangun daerah Gorontalo yang tercinta ini. “Kita ingin mengokohkan perjuangan itu, sehingga ini menjadi modal bagi seluruh masyarakat dan generasi muda untuk bisa membaca semangat dan bisa menjadi penyemangat bagi pembangunan di daerah,” tandas Ketua TPC.***