Di Hadapan  Wakil Rakyat DPR-RI, Prof. Nelson Pomalingo : Ulas Tuntas Strategis Penurunan Stunting Di Kabupaten Gorontalo

Di Hadapan  Wakil Rakyat DPR-RI, Prof. Nelson Pomalingo : Ulas Tuntas Strategis Penurunan Stunting Di Kabupaten Gorontalo

Liputan Wartawan : Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

www.gosulut.id – Jakarta - Bupati Gorontalo Prof.Nelson Pomalingo terpilih sebagai pembicara di hadapan anggota komisi II DPR-RI, kamis (29/8).

Sang Deklarator Provinsi Gorontalo  itu menjadi satu-satunya bupati di Indonesia, yang mendapat kepercayaan mengulas tuntas kebijakan yang diterapkan Kabupaten Gorontalo terkait masalah stunting.

Sang Profesor tampil bersama nara sumber yang begitu kompeten. Mulai dari Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, dari kementrian kesehatan, Bappenas, Staf khusus Wakil Presiden,  serta dari BKKBN.

Terpilihnya Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo berbicara di hadapan ratusan wakil rakyat DPR RI  ini tidak lepas dari kesuksesan Kabupaten Gorontalo menurunkan angka stunting.

Sejak awal menjabat sebagai bupati, angka stunting yang tadinya berada pada posisi 71 persen, sukses dipangkas menjadi 10 persen dalam tiga tahun.

”Memang ada 10 daerah yang menjadi percontohan Nasional. Tetapi Kabupaten Gorontalo menjadi daerah yang penurunan stuntingnya sangat signifikan,” ujar Nelson Pomalingo saat disambangi usai kegiatan itu.

Hal ini yang mengakibatkan saya sudah empat kali di tingkat nasional bicara tentang stunting.

Dirinya mengungkapkan kiat-kiat yang dilakukan pemerintah, yang membuat angka stunting sukses diturunkan di sampaikan pada wakil rakyat di DPR-RI.

”Kami menyampaikan bukan hanya dari sisi perencanaannya, bagaimana penganggarannya, tetapi juga aksi dan inovasi yang dilakukan. Kita di Kabupaten Gorontalo, untuk stunting ini semua SKPD kita libatkan. TNI-Polri, Imam masjid, dan juga masyarakat semua ikut berperan,” jelas Sang Profesor.

Stunting sendiri kini menjadi program prioritas Nasional. Pasalnya sekitar 30 persen anak-anak di Indonesia mengalami stunting, atau pertumbuhan fisik dan otaknya tidak baik. Kehadiran narasumber berbicara stunting di DPR-RI menjadi salah satu langkah mendorong peningkatan penanganan stunting.

“Karena mereka (DPR-RI) juga akan mendorong kebijakan-kebijakan, termasuk anggaran untuk ke daerah dan nasional,” tutup Nelson Pomalingo.***