Di Duga Oknum Pedagang Pasar Liluwo Serobot Petak Ruko Zubair Uno

Di Duga Oknum Pedagang Pasar Liluwo Serobot Petak Ruko Zubair Uno

Liputan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

Editor : Yance Harun 

 

 

Gosulut.Id -Kota Gorontalo- Pasar Liluwo yang di renovasikan oleh pemerintah kota Gorontalo, tentunya menjadi tujuan untuk meningkatkan Taraf hidup pedagang pasar. Tetapi apa yang menjadi tujuan dari pemerintah terhadap pedagang tersebut, bukanlah mudah seperti ibarat membalikan telapak tangan. Karena masih ada pedagang yang nakal dan tidak mau mengikuti mekanisme yang di atur oleh pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gorontalo.

Seperti yang di alami oleh Zubair Onu, salah seorang pedagang pasar yang memiliki petak ruko 64, namun petak tersebut diserobot oleh oknum pedagang sayur dan pedagang ayam pedaging di Pasar Liluwo.

Awal-nya Petak Ruko 64 milik dari Marjan Daud, namun karena sesuatu dan lain hal, tentang persoalan ekonomi, sehingga tempat itu ditawarkan untuk Saya gunakan. Akhir-nya dengan kesepakatan yang ada dalam pembicaraan dengan Marjan Daud, terkait tempat itu.     

”Apalagi Petak Ruko 64,  sudah mengalami tunggakan pembayaran restribusi sudah mencapai beberapa bulan. Maka petak ruko milik Marjan Daud tersebut telah dialihkan pada kami, namun dengan perjanjian dan kesepakatan. Bahwa kami harus melunasi tunggakan pembayaran restribusi dari tahun 2016 sampai 2017. Alhamdullilah semua yang menjadi kesulitan telah selesai, kunci petak ruko telah di serahkan oleh Ibu Marjan Daud pada kami, sehingga kami pemilik yang sah dari petak ruko tersebut,”ucap Zubair Onu.

Lebih lanjut Zubair Uno menjelaskan, setelah diketahui oleh pihak dinas terkait, bahwa kami saat itu menjadi pemilik petak ruko 64 pasar liluwo. Salah seorang staf pegawai yang berkompentensi di Dinas Perindag Kota Gorontalo yang bernama Farid, meminta kami untuk mengurus administrasi pengalihan nama pemilik  dari ibu marjan pada kami sebagai pemilik yang sah.

”Kami di minta biaya administrasi oleh Almarhum farid sewaktu masih hidup, dengan nilai jumlah Rp 1.500.000. Tetapi sangat di sayangkan di saat itu ketika pemberian uang yang telah kami serahkan, tidak ada tanda bukti berupa kwitansi, hanya berdasarkan rasa saling percaya. Sampai bersangkutan meninggal, admisnistrasi pengalihan nama tak kunjung selesai,”ucap Zubair Uno.

Dalam proses perjalanan cukup panjang,dimana kami belum sempat memegang surat pengalihan pemilik. Petak ruko telah di sabotasi oleh oknum tidak bertangung jawab, dimana pintu petak ruko dibongkar dan di ganti dengan pintu lain. Begitu juga dengan barang barang  yang masih tersimpan di dalam, tanpa kordinasi dengan kami dan pihak instansi terkait. Aneh-nya, oknum pedagang ayam pedaging menyerahkan petak ruko tersebut, pada oknum pedagang sayur, jelas Zubair Onu.

Waktu wartawan www.gosulut.id mendampingi Zubair Onu pada Kadis Perindag Kota Gorontalo, menurut staf-nya Fatmah, bapak tak berada  di tempat.