Dewan PERS Indonesia Lakukan Workshop Di Provinsi Gorontalo

Dewan PERS Indonesia Lakukan Workshop Di Provinsi Gorontalo

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

 

 

 

 

Gosulut.Id - Kota Gorontalo - Kegiatan Workshop peliputan legislatif dan pemilihan presiden yang dilaksanakan di makna hotel, dihadiri masing masing media, baik media cetak maupun elektronik rabu 20/3/2019.

Dalam materinya, Ketua Komisi Hukum Dewan PERS Indonesia,  Anthonius Jimmy Silalahi bersama anggota dewan pers lain-nya Ratna Komala dan Irwan, saat workshop mengatakan, bahwa peran insan pers, sangat-lah prioritas, guna melakukan pemberitaan pada sebuah acara pesta demokrasi atau pemilihan calon legislatif ( caleg ) baik DPR RI, DPD,DPR Provinsi, maupun kabupaten/kota dan harus di iringi dengan pemberitaan calon presiden.

”Tentu-nya dalam peliputan dan pemberitaan pada pesta demokrasi pemilihan legislatif serta pemilihan presiden akan datang. Di harap-kan pada insan pers untuk bekerja secara berimbang, profesional, dan proposional, sesuai kode etik jurnalistik. Karena kami sangatlah mengkhawatirkan, jika pemberitaan hanya terfokus pada satu calon presiden. Tentu-nya hal tersebut, bakal membingunkan terhadap masyarakat yang tidak mengetahui secara langsung calon wakil rakyatnya,” ungkap Anthonius Jimmy Silalahi .

Oleh karena itu, peran dari pada insan pers sangat penting untuk memberikan pemberitaan bagi masyarakat.

”Melalui media, rakyat bisa mengetahui informasi, siapa caleg tersebut. Track record-nya bagaimana, apakah caleg itu dapat mewakili suara rakyat di parlemen nanti atau tidak," tegas Anthonius Jimmy Silalahi pada kegiatan workshop.

Sementara itu, Ketua Komisi Bidang Pendataan, Verifikasi dan Litidasi Dewan PERS Indonesia, Ratna Komala, meminta supaya peran media, terus menyuarakan hal hal yang menjadi kepentingan masyarakat pemilih.

”Bilamana dalam penyampaian lewat media, bukan hanya terkonsentrasi pada pemberitaan yang berhubungan pada peserta pemilu,dan pada akhirnya hanya akan menimbulkan saling menanggapi satu sama lain,” kata Ratna Komala.

Perlu di suarakan oleh media, bagaimana bisa menjadi masukan buat peserta pemilu,baik calon presiden maupun calon legislatif, tentang aspirasi dari komunitas, seperti masyarakat tidak mampu, masyarakat adat dan komunitas kaum perempuan.

”Paling penting sekali, media harus memisah-kan antara sistim periklanan dan pemberitaan. Artinya, kalau bagian iklan, harus mengelola bagian periklanan saja, begitu pula dengan sistim pemberitaan. Dimana kita harus terfokus, jangan sampai di tugas-kan dalam bagian berita, sudah rangkap di iklan,” tutur Ratna Komala.

Untuk itu, kami mengajak pada semua insan pers, mari bekerja secara berwibawa dan profesional serta sesuai kode etik," ucap Ratna Komala.***