Cerita Menarik Di Balik Kunjungan Presiden Joko Widodo di Masjid Agung Baiturrahman Limboto

Cerita Menarik Di Balik Kunjungan Presiden Joko Widodo di Masjid Agung Baiturrahman Limboto

 Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

 

 

 

GoSulut.Id - Limboto - Rakyat Gorontalo tunjukan sebuah kesantunan dan penghargaan pada Kepala Negara Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) walaupun kondisi politik bangsa yang saat ini tidak menentu dalam  menghadapi pilpres dan pileg 17 april 2019.

Provinsi Gorontalo yang merupakan basis Prabowo - Sandiaga Uno, sebab memang kedua figur ini memiliki ikatan kuat di daerah ini, karena sosok orang tua mereka berasal dari Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Tapi perbedaan tidak meluluh lantakan rasa persaudaraan, karena Provinsi Gorontalo hasil pemekaran dari Sulawesi Utara, sangat di kenal dengan daerah ”Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah”, begitu pula rakyat Sulawesi Utara memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan rakyat gorontalo, memiliki Slogan ”Torang Samua Basudara”, Jum'at (1/1).

Dalam pantawan www.gosulut.id di lapangan, usai Sholat Jum’at di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutan-nya berharap, jangan hanya karena perbedaan politik kita bercerai berai dan sudah tak mau bicara serta sudah saling menyakiti, sebab pemilihan ini hanya sebentar.

”Perlu di ingat, Bangsa Indonesia sebuah negara yang besar yang di dalam-nya berbeda Suku, Ras dan Agama, di satu-kan oleh Bhineka Tunggal Ika yaitu berbeda beda tetap satu dalam ikatan Negara Republik Indonesia” Tegas Jokowi.

Setelah Presiden RI,Joko Widodo meningalkan Masjid Agung Baiturrahman Limboto, para pendukung Prabowo - Sandi dan Jokowi  Ma’ruf Amin  duduk di teras masjid sambil ngopi bareng bersama Ketua DPW Nasdem Provinsi Gorontalo Hamim Pou.

”Mohon maaf Pak Hamim Pou, walaupun kami bukan pendukung Jokowi Ma’ruf Amin, tapi kehadiran kami disini sebagai rakyat Indonesia menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo, tapi pilihan tetap Prabowo Sandi dan DPR-RI Rahmat Gobel,” Jelas mereka dengan canda tawa di hadapan Hamim Pou.

Itu-lah warna politik gorontalo, mereka selalu berbeda, tapi senang menghargai semua perbedaan, tanpa harus menyakiti sambil di temani secangkir kopi khas gorontalo.***