Cap Tikus, 5,8 Ton Di Amankan Reserse Narkoba Polres Gorontalo, Kasad Narkoba, Leonardo Widharta : Di Duga Ada Keterlibatan Oknum Aparat

 Cap Tikus, 5,8 Ton Di Amankan Reserse Narkoba Polres Gorontalo,  Kasad Narkoba, Leonardo Widharta : Di Duga Ada Keterlibatan Oknum Aparat

Laporan Wartawan : Alwin Ibrahim

Editor : Yance Harun

 

 

 

GoSulut.ID – Limboto – Kembali sebuah dump truck bernomor polisi DB 8816 EY, memuat minuman keras (miras) 5,8 ton jenis cap tikus, berhasil di amankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Gorontalo.

Tim yang melakukan penangkapan sebuah dump truck, yang bermuatan barang haram tersebut, di pimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Gorontalo.

Pada awak media, Kasat Narkoba Polres Gorontalo, Leonardo Widharta menjelaskan, Penangkapan dilakukan pada hari minggu (02/06/), di wilayah Gentuma, Gorontalo Utara.

"Benar kita telah melakukan penangkapan sebuah mobil dump truck berwarna biru, yang diduga memuat kurang lebih 5,8 ton cap tikus,"jelas Leonardo.

Setelah dilakukan pendalaman oleh pihak Reserse Narkoba Polres Gorontalo.

”Miras diduga berasal dari wilayah Amurang Sulawesi Utara, untuk dikirim ke Kalimantan. Dan barang haram tersebut milik salah satu warga asal balikpapan bernama Haji Nur Aco (49) bersama supirnya bernama Marcell Toralawe (32) pekerjaan swasta,” ucap Kasad Narkoba, Leonardo Widharta.

Guna mengelabui petugas,maka modus di lakukan, maka di paling belakang mobil di letakan lima sak semen, jadi kalau ada anggota polri yang memeriksa hanya melihat lima sak semen saja.

”Sering lolosnya miras jenis cap tikus, diduga ada keterlibatan oknum Anggota Polri, sementara terus di lakukan pendalaman dalam kasus ini,”Sambungnya.

Kasad Narkoba, Leonardo Widharta menambahkan, indikasi beck up, mulai terungkap, saat setelah di lakukan BAP singkat, diduga ada anggota polri yang terlibat .

”Dan dugaan keterlibatan oknum anggota polri ini bisa di kategorikan dalam membeck up, sebab sudah mengawal, agar barang haram ini bisa lolos,” tegas Kasad Narkoba, Leonardo Widharta.

Sementara ini pihak Reserse Narkoba Polres Gorontalo terus melakukan pendalaman, apakah setiap cap tikus yang lolos ada keterlibatan oknum anggota polri di setiap perbatasan. Dengan adanya penangkapan ini, bisa saja di kategorikan demikian, karena lemahnya pengamanan di wilayah-wilayah perbatasan Gorontalo.

"Untuk identitas oknum anggota polri tersebut sudah kita ketahui, dan sudah kita laporkan ke pimpinan. Semua terserah pada pimpinan bagaimana kebijakanya nanti, karena kita punya aturan tersendiri untuk itu," ujar Kasad Narkoba, Leonardo Widharta.***