Bupati Prof Nelson Pomalingo Dukung Pembangunan SPAM Regional Gorontalo Raya

Bupati Prof Nelson Pomalingo Dukung Pembangunan SPAM Regional Gorontalo Raya

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID, Alwin Ibrahim

Editor : Ifan Ceper

 

 

 

 

GoSulut.Id - Jakarta - Pemerintah Kabupaten Gorontalo memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah pusat ,dalam hal ini kementerian PUPR yang berencana akan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Gorontalo Raya.

Bentuk dukungan pemerintah Kabupaten Gorontalo tersebut , terlihat saat Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, bersama kepala daerah kabupaten/kota di Gorontalo menandatangani berita acara Kesepakatan Bersama Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Gorontalo Raya bertempat di Kantor Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR), Jakarta selasa, (14/5/2019).

Kesepakatan dengan Dirjen Cipta Karya dan Dirjen Sumber Daya Air itu diikuti oleh wakil Gubernur Idris Rahim, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Wali Kota Gorontalo Marten Taha. Hadir pula Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, Wabub Boalemo Anas Yusuf serta Wabub Pohuwato Amin Haras.

"Hal ini merupakan kesepakatan bersama antara kepala daerah di Gorontalo yang berisi tentang dukungan pemerintah daerah untuk rencana pembangunan SPAM Regional akan dibangun di Gorontalo. Pemkab Gorontalo sangat mendukung, karena pembangunan SPAM ini akan memberikan manfaat kebutuhan air bagi masyarakat di daerah, lebih khusus masyarakat di Kabupaten Gorontalo,” kata Bupati Nelson Pomalingo yang bertangan dingin.

Menurut Sang Prof. Nelson Pomalingo, kami juga ikut dalam rencana pemerintah pusat untuk membangun SPAM, di Kabupaten Gorontalo, dimana SPAM ini nanti akan memanfaatkan Sungai Bone Bolango, yang akan mengairi 2 kabupaten dan 1 kota  untuk dilaluinya,  salah satunya adalah Kabupaten Gorontalo.

”Ikut sertanya kami dalam rencana pembangunan SPAM ini, Kata Bupati Nelson Pomalingo, semata mata guna memenuhi kebutuhan air minum di Kabupaten Gorontalo, terutama di pelosok yang masih menghadapi krisis air,”kata Nelson Pomalingo.***