Bupati Nelson Pomalingo Lakukan Pemeriksaan Kenderaan Dinas

Bupati Nelson Pomalingo Lakukan Pemeriksaan Kenderaan Dinas

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

Editor : Yance Harun - Ifan Ceper

 

 

 

GoSulut.Id – Limboto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo kumpulkan seluruh aset daerah yang dikemas pada  apel kenderaan dinas (Kendis),  baik roda empat dan roda dua, Jumat (05/04) di lapangan sport center Limboto.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengatakan, apel kendis ini merupakan bagian pendataan dan penertiban pemanfaatan, terkait pemeriksaan atas seluruh aset-aset pemerintah daerah, baik roda dua, roda empat, yang dibeli anggaran APBD.

" Upaya ini untuk menertibkan aset daerah, khususnya penggunaan dan pemanfaatan kendaraan dinas apakah sudah sesuai pemanfaatan atau tidak ," ucap Nelson Pomalingo.

Sesuai data bahwa kendaraan roda empat ada 300 unit,  roda dua  921 unit yang tersebar di seluruh kantor dinas,badan,bagian ,kecamatan hingga kelurahan.

"Semua kendaraan, tadi saya sudah periksa dan memastikan  siapa yang pemegangnya, bagaimana fisiknya, bagaimana kelengkapan surat-surat-nya,” Kata Nelson Pomalingo ditemui usai kegiatan itu.

Nelson Pomalingo menegaskan, bilamana kendaraan dinas tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya dan sudah berlebihan  pada jumlah struktur OPD  yang ada, maka akan ditarik untuk memenuhi kebutuhan OPD lain.

Kendaraan dinas ini harus diperiksa, karena ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban maupun akuntabilitas pemerintah daerah terhadap aset-aset daerah.

"Tadi juga saya sudah minta untuk melakukan pendataan  kenderaan dinas yang sudah rusak, mereka diminta untuk memahami kerusakan. Jika masih dimungkinkan diperbaiki maka segera memasukan laporan penganggaran untuk diperbaiki, " ujar Nelson Pomalingo.

Nelson Pomalingo menambahkan, kenderaaan dinas ini tercatat sebagai aset, maka kalau dapat dilaporkan setiap bulan kondisnya, sehingga bukan saja laporan keuangan yang dilaporkan namun aset berupa kenderaaan dinas juga terpantau.

”Nantinya, kenderaaan dinas yang digunakan secara fungsional dan secara struktural dilaporkan, agar jelas penggunaannya demi melayani rakyat. Kemudian tercatat dengan rapi, siapa yang pemegangnya, bagaimana kondisinya dan sejauh mana efektivitas penggunaan kendaraan dinas ini untuk kepentingan pelayanan pada masyarakat," ungkap Nelson Pomalingo.***