Bupati Nelson Pomalingo Hadiri Rakor Penyelamatan Danau Di Tingkat Nasional

Bupati Nelson Pomalingo Hadiri Rakor Penyelamatan Danau Di Tingkat Nasional

Laporan Wartawan WWW.GOSULUT.ID

Editor : Mnunu Tangguda - Ifan Ceper 

 

 

 

GoSulut.Id -Jakarta - Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengahadiri rapat koordinasi (Rakor) penyelamatan danau di Indonesia, yang dirangkaikan dengan deklarasi penyelamatan danau prioritas nasional, selasa (25/03) di kantor KLHK, kebon Nanas jalan DI-Panjaitan, Jakarta.

Rapat ini bertujuan untuk melakukan penyelamatan danau di Indonesia, khususnya 15 danau prioritas yang memiliki kondisi kritis atau terancam, seperti danau Toba, Singkarak, Maninjau, Kerinci, Rawadanau, Rawapening, Sentarum, Kaskade Mahakam (Semayang, Melintang, Jeumpang), Tondano, Poso, Matano, Tempe, Batur,Sentani dan danau Limboto.

"Penyelamatan danau di nusantara telah menjadi isu yang sangat strategis ditingkat local, regional dan nasional, bahkan dunia internasional. Karena pengalaman memberikan pelajaran bagi kita akan arti pentingnya danau bagi kelangsungan hidup termasuk bagi umat manusia " Tegas Nelson usai kegiatan itu, di dampingi Kepala Bappeda, Cokro Katili,  Dinas Lingkungan Hidup, Syaiful Kiraman, dinas Perikanan Bar Yahya dan Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Yusran Lapananda.

Hal tersebut itu, pernah disampaikan Bupati Nelson Pomalingo saat menjadi pembicara pada peringatan hari danau se- dunia. Indonesia -Japan Workshop on Sustainable Lake management in The 17th World Lake Conference (WLC17) di Ibaraki, Jepang pada bulan oktober 2018 lalu.

Saat itu, Nelson Pomalingo bicara spesifik soal danau limboto, bagaimana kondisi danau limboto yang sekarang ini menjadi prioritas nasional. Dengan target bukan hanya dinasionalkan, tapi bagaimana danau ini menjadi perhatian Internasional.

”Saya ingin Danau Limboto ini dikembangkan menjadi geopark, karena ada spesifikasinya. Selain itu, dengan menjadi perhatian internasional, maka Saya berharap Danau Limboto mempunyai sister lake. Jadi nantinya, akan ada kerjasama antar danau, seperti yang sudah kita lakukan di tingkat nasional tahun lalu,” ungkap Nelson Pomalingo.

Bukti nyata kepedulian Bupati Nelson Pomalingo, dalam penyelamatan danau limboto, berbagai upaya telah dilakukan, baik melalui tindakan aksi maupun pikiran -pikiran soluktif .

”Antara lain, melaksanakan konferensi danau nusantara di pentadio resort tahun 2017, Simposium Nasional membahas arah kebijakan strategis dalam rangka penyelamatan Danau Limboto tahun 2018 dan ikut deklarasikan penyelamatan danau prioritas nasional, yang di gagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI hari ini.

Selain itu, Program tahunan Kementerian Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Gorontalo ikut melaksanakan Festival Pesona Danau Limboto yang tiga tahun terkahir ini. Telah masuk dalam event Intenasional.

”Karena sebelumnya tahun 2016 event FPDL kategori regional, tahun 2017 kategori nasional dan tahun 2018 tingkatannya menjadi Internasional. Event ini merupakan salah satu cara pemerintah Kabupaten Gorontalo, guna menyelamatkan danau limboto sebagai 15 danau kritis di Indonesia,”Jelas Nelson Pomalingo.

Dengan berbagai upaya ini, Nelson Pomalingo berharap Danau Limboto dikembalikan fungsinya.

 " Danau kita, bukan hanya untuk kebutuhan air, tetapi untuk perikanan, sebagai penopang ekonomi daerah, termasuk pendorong sektor pariwisata," Harap Nelson Pomalingo.

Dalam rakor tersebut, Nelson Pomalingo menjelaskan tujuannya pertama, sinergitas pemerintah daerah dengan beberapa kementrian terkait, sepakat menyelamatkan danau prioritas Nasional. Kedua Ditingkat daerah, diharapkan semua stakeholder benar-benar komitmen menyelamatkan danau.

Pada kesempatan itu, Nelson Pomalingo menyerahkan hasil rumusan danau limboto dari Provinsi Gorontalo pada kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang akan di rumuskan bersama di tingkat Nasional.

Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI menyatakan, apresiasi terhadap deklarasi Danau Nusantara dan simposium penyelamatan danau Limboto yang pernah dilakukan di Kabupaten Gorontalo, menjadi  bagian tindak lanjut rakor penyelamatan danau Nasional dan menjadi contoh bagi daerah lain.

" Tapi yang paling penting lagi, komitmen seluruh masyarakat bagaimana melakukan perbaikan-perbaikan kaitannya dengan danau limboto itu sendiri, bahkan setelah rakor ini, kita akan tindak lanjuti di daerah untuk membentuk forum danau Limboto,"Tegas Nelson Pomalingo.***