Bupati Nelson Pomalingo Dan Kejari Supriyanto Rayakan Lebaran  Ketupat Dengan Warga Jaton

Bupati Nelson Pomalingo Dan Kejari Supriyanto Rayakan Lebaran  Ketupat Dengan Warga Jaton

Liputan : Alwin Ibrahim

Editor : Mnunu Tangguda

 

 

 

GoSulut.ID - Limboto - Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo merayakan lebaran ketupat dengan warga Jawa Tondano (Jaton) bersama Kejari Limboto, Dr Supriyanto. Di hadiri pula oleh Sekda Ir. Hadijah U Tayeb, Ketua PKK Dr. Fory Naway, Asisten, Staf Ahli Bupati  serta Pimpinan OPD.

”Alhamndulillah, syukuran ketupat berlangsung terus menerus di Gorontalo.  Budaya ini adalah budaya jawa tondano, “ ungkap Bupati Nelson Pomalingo disambangi usai merayakan lebaran ketupat, rabu (12/06) pagi tadi.

Nelson Poamalingo mengatakan, ini tidak sekedar syukuran, tak hanya terkait budaya bagi warga Jawa Tondano, yang sudah menjadi tradisi turun temurun, setelah melaksanakan puasa sunat. Tapi hal ini menjadi ajang silaturahim, bukan hanya warga Jaton, namun menjadi ajang silaturahim suku jaton dengan warga lainnya yang ada di Provinsi Gorontalo, bahkan ada warga Sulawesi Utara datang memeriahkan lebaran katupat .

”Bahkan, kata Nelson Pomalingo, perayaan ini sudah di adopsi oleh seluruh rakyat Gorontalo. Buktinya Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, merayakan di Atinggola di sebut dengan Gebyar Katupat. Hal itu menunjukan sesuatu yang sangat baik, karena tradisi ketupat, sudah dilestarikan di Gorontalo,”Sambungnya.

Menurut Nelson Pomalingo, perayaan syukuran ketupat bukan hanya itu yang terlihat. Perlu ada hal lain menyemarakan ketupat ini, yakni pesta rakyat.  Antara lain, kegiatan pacuan kuda, karapan sapi dan sebagainya.

”Hal Ini menunjukan, bahwa ini bukan ceremony untuk budaya, tapi juga menjadi destinasi wisata. Paling menggembirakan bagi saya, soal kuliner jawa tondano, ketupat dan sebagainya. Karena itu, Pemerintah Daerah terus mendorong kegiatan ini. Bahkan festival Jawa Tondano setiap tahun dilakukan,”ucap Nelson Pomalingo.

Pemkab Gorontalo telah memberikan  fasilitas. Antara lain, pembangunan rumah adat yang menjadi pusat informasi jawa tondano. Pemerintah Daerah juga telah menetapkan Resksonegoro sebagai desa Konservasi Budaya Jawa Tondano, malah tahun kemarin telah dibangun tuguh ketupat disini.

”Hari ini masih terlihat rumah-rumah Panggung, masih ada dan tetap terjaga dengan baik dalam kehidupan masyarakat Jawa Tondano,”tegas Nelson Pomalingo.

Kedepan di desa, perlu dibuat-kan peraturan desa (Perdes) untuk tetap melestarikan fisik (Rumah), melestarikan budayanya,seninya bahkan kuliner.

”Karena itu , merupakan bagian kekayaan budaya Indonesia termasuk menjadi kekayaan Gorontalo,” ujar Nelson Pomalingo.***